Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berharap bisa menjadi simpul perekonomian baru di Jawa Timur (Jatim), utamanya di kawasan selatan. Untuk itu, pemkot mendorong agar pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim segera merealisasikan konektivitas Jalur Lingkar Selatan (JLS). 

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, jika JLS telah terhubung sempurna maka Kota Pendidikan ini akan menjadi koridor utama pergerakan barang dan jasa di wilayah selatan Jatim. "Nantinya, pembangunan Jatim Selatan salah satu koridor utamanya di Malang. Ini perlu didorong, apalagi perkembangan wilayah utara sudah pesat," ujarnya, hari ini (13/4/2019).

Sofyan Edi menguraikan, salah satu prioritas Pemprov Jatim saat ini adalah pembangunan wilayah selatan. "Ini kan bagian kelanjutan yang sudah dicanangkan pemerintahan sebelumnya. Tinggal beberapa segmen ruas saja yang belum terhubung, kalau sudah nanti imbasnya akan sangat terasa untuk Kota Malang," paparnya. 

Hingga sekarang, Jatim belum memiliki akses penghubung antara jalur lintas utara dengan jalur lintas selatan. "Artinya dari arah barat dari Jogja-Solo-Wonogiri kemudian menyambung ke Jatim kan itu mulai Pacitan-Trenggalek sampai di Malang dengan JLS itu akan terhubung. Salah satu koridornya di Malang yang akan menjadi bagian penting realisasinya," tambah politisi Golkar itu. 

Diberitakan sebelumnya, JLS Jatim ditargetkan bisa tersambung pada 2021 atau 2022 mendatang. Pasalnya, dari total panjang lintasan 677,49 kilometer baru tergarap sekitar 384,46 kilometer. Sebagian titik dan trase jalan masih belum terbentuk karena proses pembebasan lahan yang tak kunjung selesai.