Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Musim mahasiswa baru (Maba) telah mulai memasuki area kampus di Kota Malang, Selasa (13/8). 

Baca Juga : Bakal Ditutup Setiap Hari, Ini Jalur Yang Terapkan Physical Distancing di Kabupaten Malang

Puluhan ribu maba tengah menjalani aktivitas pertamanya dalam pengenalan kehidupan kampus atau biasa dikenal dengan istilah Ospek.

Di Kota Malang, masa aktivitas pertama Maba ini kerap menimbulkan kemacetan di jalan. Kepadatan arus lalu lintas di area kampus dinilai semakin meningkat. 

Karenanya, mengantisipasi hal tersebut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah menyiapkan strategi, mulai dari siaga personel hingga rekayasa lalu lintas (lalin).

"Mahasiswa baru ini, kita antisipasi dengan beberapa rekayasa dan pengalihan arus untuk tidak membuat macet total di sekitar kampus," Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto saat ditemui di Balaikota Malang.

Model rekayasa lalu lintas tersebut nantinya akan diterapkan jika kondisi di lapangan diperlukan.

Karena sejauh pengalaman, kondisi kemacetan parah tidak akan berlangsung cukup lama, melainkan hanya di waktu-waktu tertentu saja.

"Sedapat mungkin kalau tidak pengalihan arus kita rekayasa saja untuk daerag kampus. Kan itu hanya beberapa saat saja, tidak waktu yang lama. Biasanya di pagi hari, dan prediksi macet di sore hari itu juga ndak lama," imbuhnya.

Mantan Kepala Satpol PP Kota Malang itu menjelaskan, pantauan khusus dilakukan di salah satu perguruan tinggi.

 Yakni, Universitas Brawijaya, di mana lokasi ini yang dinilai paling banyak menerima mahasiswa baru. Terlebih, lokasi kampus juga berada di pusat kota.

"Pintu masuknya UB ini kan ada dua dan lokasinya tepat di pusat kota. Jadi kita siapkan personel di seputar Jl Veteran dan Soekarno Hatta," ungkapnya.

Ia menambahkan dukungan dari pihak universitas sangat diperlukan untuk mengantisipasi kemacetan. 

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Dari Universitas Brawijaya sendiri, menurutnya telah kooperatif dalam membantu petugas mengurai macet.

"Mereka kooperatif, salah satunya melarang para mahasiswa baru ini menggunakan mobil dan motor saat ke kampus. Yang kosnya dekat area ya jalan kaki, kalau yang jauh ya disarankan untuk pakai ojek online. Ini kan mengurangi jumlah kendaraan juga agar tidak menumpuk dan timbul macet parah," pungkas dia.