Plt Bupati Malang Sanusi berharap PID jadi gerakan bersama di pedesaan Kabupaten Malang (for MalangTIMES)

Plt Bupati Malang Sanusi berharap PID jadi gerakan bersama di pedesaan Kabupaten Malang (for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Program inovasi desa (PID) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) telah menginjak tahun ke-tiga. Berbagai inovasi dari desa, baik terkait sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi, berlahiran dan menjadi bagian dalam gerakan masyarakat desa.

Gerakan yang fokus dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat desa tersebut melalui berbagai inovasi produk unggulan yang dimilikinya. Inovasi yang juga dijadikan ruang untuk direplikasi bagi desa lain melalui pertukaran ide dalam bursa inovasi desa (BID).
Di Kabupaten Malang, PID pun telah menjelma menjadi sebuah gerakan yang diakui potensi besarnya oleh pemerintah pusat melalui Kemendesa PDTT. Selain sisi kualitas dan kuantitas, PID Kabupaten Malang telah melahirkan kelembagaan di tingkat pelakunya, dari tingkat kabupaten sampai desa.
Hal inilah yang ingin diperkuat oleh Plt Bupati Malang Sanusi yang memiliki harapan besar bahwa PID dengan berbagai tahapannya bisa jadi gerakan bersama dan masif di Kabupaten Malang.

"Melalui inovasilah desa akan terbuka jalan yang lebih luas untuk menyejahterakan warganya. Melaluinya pula akan lahir berbagai terobosan yang ujungnya pada kebaikan masyarakat desa dalam berbagai pembangunan," kata Sanusi dalam pembukaan BID Cluster 2 di JLB Bululawang, Selasa (13/08/2019).

Berbagai sisi positif inovasi di Kabupaten Malang telah dirasakan dampaknya. "Karena itu saya meminta PID ini menjadi gerakan bersama di seluruh perdesaan Kabupaten Malang," ujarnya. 

Pertukaran inovasi desa dalam BID 2019 (for MalangTIMES)

Sanusi juga menegaskan, bahwa inovasi sebagai gerak landas pembangunan desa. Sehingga tentunya patut untuk dijadikan sebuah gerakan bersama. Bukan hanya sekedar program yang memiliki batas waktu akhir.

"Banyak inovasi di desa yang sampai saat ini telah berjalan dan sukses. Misalnya di Desa Pujon Kidul yang terus melakukan inovasi di sektor pariwisatanya. Inovasi itu telah jadi gerakan bersama bukan hanya program. Karena itu saya berharap inovasi yang telah ada terus digali dan jadi gerakan bersama," ungkapnya.

Seperti diketahui PID di Kabupaten Malang telah menginjak tahapan BID. Dimana untuk acara pertukaran atau belanja ide dan inovasi dibagi menjadi 4 cluster dan hari ini merupakan yang terakhir. Sedangkan untuk tahapan berikutnya adalah tahapan replikasi inovasi sebagai komitmen yang diisi oleh para desa dalam BID.

Tahap replikasi inovasi inilah yang nantinya akan menjadi ajang pembelajaran secara langsung antar desa. Sehingga diharapkan akan merangsang bagi desa-desa untuk melakukan replikasi inovasi di desanya melalui penganggaran yang ada dalam APBDesa.
Harapan besar Sanusi agar PID menjadi gerakan bersama bukan hanya program pun disampaikan juga oleh Konsultan Nasional-PID Kemendesa PDTT, Lendy Wahyu Wibowo, yang menyatakan, bahwa ada wacana pengakhiran program di tahun 2019 ini.

Pengakhiran PID inilah yang diharapkan untuk tetap berlanjut di berbagai daerah dengan skema lain. "Harapan Kementerian PID dengan berbagai tahapannya seperti BID tetap berjalan di daerah dengan disokong oleh kemampuan dan kepedulian daerah nantinya," ucap Lendy beberapa waktu lalu.

 

End of content

No more pages to load