Petani saat memanen rumput gajah. (Foto: istimewa)
Petani saat memanen rumput gajah. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Sebagian warga Kota Batu merupakan peternak sapi. 

Saat musim kemarau keluhan rumput gajah sebagai konsumsi sapi menjadi kendalanya, ternyata warga di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji punya cara tersendiri.

“Memang saat musim kemarau terjadi kendala yang sering dialami adalah kekurangan rumput gajah,” ungkap Ketua Kelompok Tani Margo Makmur, Munir. 

Ia menambahkan saat lahan setiap musimnya pun berbeda, jikalau musim penghujan menggunakan lahan kering atau di area hutan milik perhutani. 

Namun saat musim kemarau menggunakan lahan basah atau persawahan. 

“Saat musim penghujan kita bekerjasama dengan perhutani untuk ditanami rumput gajah. Dan kebutuhan ini mencukupi untuk peternakan sapi di Dusun Brau,” imbuhnya.

Sedangkan saat musim kemarau terjadi mengandalkan lahan persawahan. Sebagai para peternak di sana juga petani.

“Kalau musim kemarau ini kita tanam rumput gajahnya di area sawah. Dan untungnya irigasi di sini lancar meskipun kemarau,” jelas Munir.

Pola tanam seperti ini dilakukan melihat peternakan sapi merupakan andalan dari Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.

Ditambah jumlah penduduk dibandingkan dengan jumlah sapi perah lebih banyak.

“Jumlah sapi perah di sini lebih banyak daripada penduduknya. Untuk menjaga kualitas susu sapi di sini kita juga harus memperhatikan makannya terutama rumput gajah ini,” tambahnya, Senin (12/8/2019). 

Dari tahun 2018 lalu total jumlah warga yang tinggal di Dusun Brau sebanyak 450 jiwa. 

Jumlah sapi perah yang dipelihara warga sekitar seribu ekor.

Rata-rata tiap kepala keluarga (KK) di dusun tersebut memiliki lima ekor sapi perah. 

Bahkan, ada juga satu keluarga yang memiliki 20 ekor sapi perah. 

Setiap harinya satu ekor sapi ini dapat menghasilkan 15 liter susu. 

Karena kebutuhan konsumsi sapi tidak menurun harus diperhatikan konsumsi pakannya.