Jenazah Budi Ayuga saat akan dimasukkan ke mobil jenazah (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Jenazah Budi Ayuga saat akan dimasukkan ke mobil jenazah (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Duka mendalam terlihat dari para kolega dan sahabat Rachmad Budiri atau biasa dikenal dengan Budi Ayuga.

Seniman kawakan Kota Malang yang berpulang sore ini (Senin, 12/8) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

Sambil menunggui hingga memberangkatkan jenazah pria 53 tahun tersebut, tangisan kesedihan terus bergulir dari mereka. 

Bahkan, ketika mendoakan jenazah mereka juga sambil menangis.

Sebelum akhirnya mengehembuskan nafas terakhir, Budi Ayuga telah menjalani perawatan akibat insiden kecelakaan saat melakukan atraksi menggunakan api di Festival Rampal Celaket yang berlangsung pada Sabtu (27/7) malam lalu.

Ia mengalami luka bakar yang cukup serius, mulai area wajah, dada, tangan, perut hingga punggung. 

Sempat dilarikan di Rumah Sakit Lavalette, pada Senin (29/7) siang Budi dirujuk ke RSSA guna mendapat perawatan insentif. 

Hingga hari ini perawatan yang dijalaninya kurang lebih selama 17 hari membawanya berpulang.

Yongki Irawan, Aktivis Budaya dan sahabat Budi Ayuga mengatakan dirinya sempat beberapa kali bercengkerama. 

Meski belum normal, namun ada keinginan yang terbesit dibenak si seniman magical dancer itu terkait pertunjukan The Great Magical Dancer, 35th Kiprah Budi Ayuga.

"Sebelum ini ya sempat bercengkerama. Meski nggak sepenuhnya normal, tapi kita bisa saling paham. Dia (Budi Ayuga) sebenarnya tengah memikirkan untuk pagelarannya itu," ungkapnya.

Pertunjukan itu rencananya bakal digelar pada tanggal 24 sampai 26 Agustus 2019 di Gedung Gajayana. 

Dimana Budi Ayuga juga digadang-gadang bakal tampil ikut memeriahkan acara bersama rekanan di 

Acara tersebut rencananya bakal digelar pada tanggal 24, 25, dan 26 Agustus 2019 di Gedung Gajayana. 

Acara tarian tersebut rencananya bakal dimeriahkan Budi Ayuga bersama rekan-rekannya di BUDI AYUGA DANCER.

"Dia memang memiliki rencana untuk tampil, tapi dia berpesan kepada rekan-rekannya untuk tidak melakukan atraksi magical seperti yang dilakukannya sebelumnya," imbuhnya.

Menurut dia, dari insiden kecelakaan tersebut membuat pria yang meninggalkan satu istri dan dua anak laki-laki itu trauma. 

Yongki mengaku, jika Budi berpesan untuk seluruh rekan-rekan senimannya agar menghilangkan atraksi yang pernah dilakukannya itu hingga menyebabkan dirinya terbakar.

"Dia trauma, dan menginginkan untuk tidak diulang. Terlebih bagi rekan-rekannya ia (Budi) berpesan agar tidak diikuti. Mohon doanya untuk Budi," paparnya.