Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau kebakaran Gunung Panderman dari pos pantau Gunung Panderman, beberapa saat lalu.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau kebakaran Gunung Panderman dari pos pantau Gunung Panderman, beberapa saat lalu.

MALANGTIMES - Pasca kebakaran hutan di Gunung Panderman dan Arjuna Kota Batu membutuhkan pos pantau. 

Kebutuhan pos pantau ini sangat mendesak untuk menghadirkan tiga pos pantau.

Untuk saat ini memang Kota Batu memiliki dua pos pantau di Gunung Banyak dan Gunung Panderman. Kebutuhan pos pantau ini diperlukan di tiga titik.

Yakni di area Brak Seng Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bamuaji. 

Area Pura Giri Arjuna di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, dan di Desa Sumbergondo, Kecamatan.

“Melihat hadirnya dua pos pantau ini masih belum maksimal memantau di area Gunung Arjuna,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Dengan hadirnya tiga pos pantau ini lanjut Rochim, akan sangat membantu memantau kondisi Gunung Arjuna. 

Sehingga saat terjadinya kebarakan akan mudah diketahui, sehingga penanganan akan lebih cepat.

Juga mengintensifkan pemantauan pencegahan kebakaran hutan. 

Pasca kebakaran itu tidak hanya membutuhkan pos pantau, namun perlu dilakukan penanaman hutan kembali.

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Perhutani dan TNI untuk penanaman hutan kembali akibat kebakaran. 

“Mengingat banyak sumber air dan ekosistem bagi flora dan fauna di Gunung Arjuno. Sehingga segera dilakukan penanaman kembali,” ungkap Dewanti.

Luasan lahan hutan yang terbakar di Gunung Panderman adalah 70 hektare dan Gunung Arjuna seluas kurang lebih 300 hektare.