Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Pedagang Terminal Mulyorejo merasa tak terima jika harus membayarkan biaya kontrak sebesar Rp 1 juta untuk menempati bedak yang digunakan untuk transaksi jual beli. Para pedagang menilai, hal itu sangat memberatkan para pedagang yang sebelumnya telah menggunakan lahan yang dibeli secara swadaya dan kini telah ditempati sebagai gedung LPMK Mulyorejo.

"Kalau disuruh bayar, ya kami minta dikembalikan ke pasar yang dulu, yang sekarang jadi gedung LPMK Mulyorejo. Itu kan lahan swadaya masyarakat. Dulu kami pindah kesana, agar meramaikan terminal. Namun di sana sepi, dan sekarang malah kita disuruh membayar biaya kontrak," kata Susiana, salah satu pedagang di Terminal Mulyorejo yang mendatangi kantor Kelurahan Mulyorejo, Senin (12/8/2019).

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menyampaikan, pihaknya masih belum mengetahui dengan pasti duduk perkara. Sehingga, dia memilih untuk merapatkannya terlebih dulu dengan pihak Dinas Perhubungan Kota Malang. Sehingga pihaknya dapat mengambil keputusan dan kebijakan selanjutnya.

"Saya akan koordinasikan dulu dengan Dishub," katanya pada wartawan saat dikonfirmasi di Balai Kota Malang.

Dia menjelaskan, dalam aturan sebenarnya retribusi jasa usaha telah diatur. Karena kios yang ada di dalam terminal termasuk salah satu fasilitas umum yang juga menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Malang. Namun dia enggan menjelaskan secara detail aturan dan besaran retribusi yang diberikan kepada para pedagang.

"Kalau besaran pasti ada ketentuannya, tapi saya tidak hafal betul," tambahnya.

Sementara itu, dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha disebutkan jika kios menjadi salah satu objek retribusi terminal. Hal itu dijelaskan dalam Pasal 2 huruf b yaitu 
pelayanan penyediaan fasilitas terminal yang salah satunya meliputi kios atau stan.

Dijelaskan pula jika penarikan retribusi itu dikhususkan bagi terminal yang disediakan atau menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Malang dan bukan terminal yang dikelola Pemerintah, Pemerintah Provinsi, BUMN, BUMD dan pihak swasta.

Sedangkan besaran tarif retribusi yang ditetapkan adalah Rp 300 per meter persegi dalam satu hari untum kios kelas A. Kemudian kios kelas B per hari ketentuan retribusinya adalah Rp 200 per meter persegi dalam satu hari. Selanjutnya untuk kios kelas C sebesar Rp 150 per meter persegi dalam sehari, dan pemakaian untuk bengkel Rp 200 per meter persegi dalam satu hari.

Selanjutnya loket khusus Rp 2 ribu per meter persegi dalam sehari, serta pedagang asongan dikenai retribusi Rp 500 per hari. Tarif itu berlaku untuk terminal tipe A, B, dan C.

 

End of content

No more pages to load