Warga saat mendatangi Kantor Kelurahan Mulyorejo (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Warga saat mendatangi Kantor Kelurahan Mulyorejo (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Puluhan warga Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menggeruduk Kantor Kelurahan Mulyorejo (12/8/2019). Bukan tanpa sebab mereka menggeruduk Kantor Kelurahan Mulyorejo.

Warga yang berprofesi sebagai pedagang tersebut, ingin meminta petunjuk dari Lurah Mulyorejo mengenai adanya undangan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, mengenai penandatanganan kontrak kios di Terminal Mulyorejo.

Selain itu, para pedagang juga merasa keberatan dengan adanya kabar yang beredar melalui salah satu pedagang, jika untuk menempati kios di Terminal Mulyorejo, mereka diharuskan untuk membayar Rp 1 juta per kios.

Susiana (54) warga Mulyorejo yang juga salah satu pedagang di Terminal Mulyorejo mengatakan, jika pihaknya merasa sangat keberatan jika hal tersebut diberlakukan. Jika tetap dipaksa, para pedagang meminta untuk dikembalikan ke tempat mereka yang lama.

"Kalau disuruh bayar, ya kami minta dikembalikan ke pasar yang dulu, yang sekarang jadi gedung LPMK Mulyorejo. Itu kan lahan swadaya masyarakat. Dulu kami pindah kesana, agar meramaikan terminal. Namun di sana sepi, dan sekarang malah kita disuruh membayar biaya kontrak," bebernya (11/8/2019).

Ia menambahkan, dahulu ketika sekitar tahun 2003 diinstruksikan oleh wali kota saat itu untuk menempati terminal, tak ada aturan kami harus mengeluarkan biaya sewa. Saat itu, pedagang mau untuk masuk, karena menganggap hal itu akan memperbaiki usaha para pedagang menjadi  lebih baik lagi.

Dan memperjelas permasalahan tersebut, karena Lurah Mulyorejo tak berada di tempat, akhirnya para warga pukul 12.00 wib kemudian mendatangi Kantor Terminal Mulyorejo untuk menemui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Prasarana Perhubungan Linda Sibarani meminta penjelasan mengenai permasalahan tersebut.

End of content

No more pages to load