Perwakilan dari Kemendes PDTT Lendy Wahyu menyampaikan PID dimungkinkan selesai tahun 2019 ini. (Nana)

Perwakilan dari Kemendes PDTT Lendy Wahyu menyampaikan PID dimungkinkan selesai tahun 2019 ini. (Nana)



MALANGTIMES - Program Inovasi Desa (PID) yang diluncurkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan berakhir tahun 2019 ini.  Setelah terbilang sukses mendorong lahirnya berbagai inovasi tingkat desa serta menjadi ruang replikasi bagi pemerintah desa lainnya sejak 2017 lalu, rencana exit program saat ini sedang dibahas di tingkat Kemendes PDTT.

Hal ini disampaikan oleh konsultan nasional-PID Kemendes PDTT Lendy Wahyu Wibowo, kepada MalangTIMES. Dia menyatakan, dimungkinkan PID di tahun ini sebagai yang terakhir atau selesai.
"Kami sedang membahas terkait exit program itu. Dimungkinkan memang PID akan selesai di tahun 2019 ini," kata Lendy saat menyaksikan Bursa Inovasi Desa 2019 di Kabupaten Malang.

Lendy melanjutkan, walaupun program akan selesai tahun ini, pihak Kemendes PDTT berharap banyak seluruh praktik cerdas yang telah berjalan selama tiga tahun (2017-2019) tetap bisa dijalankan di daerah masing-masing. "Kami berharap PID bisa terus berlanjut dengan opsi atau skema lainnya. Praktik cerdas desa harus terus berjalan. Misalnya dalam acara bursa inovasi desa seperti yang telah dijalankan selama ini," ujarnya.

Harapan besar PID bisa berjalan walau program selesai dikarenakan berbagai hal positif yang telah lahir selama tiga tahun ini. Desa didorong untuk terus berinovasi dalam melakukan pembangunan di wilayahnya. Baik terkait inovasi di bidang infrastruktur, sumber daya manusia, dan ekomoni.

Selain hal tersebut,  PID sebagai instrumen program di Kemendes PDTT telah membuat perencanaan dan penganggaran di desa semakin terarah dalam pembangunan. Juga berefek pada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sesuai dengan tujuan besar pemerintah, yaitu membangun dari pinggiran atau perdesaan.

Dengan fungsi dan tujuan itulah, Kemendes PDTT berharap dan meminta pemerintahan daerah untuk tetap mendukung adanya PID. "Harapan kami memang untuk hal itu bisa dilanjutkan oleh pemerintahan daerah masing-masing," ujar Lendy.

Dia juga mengatakan bahwa selama hampir tiga tahun program berjalan, berbagai kemajuan semakin terlihat. Misalnya, dalam kualitas inovasi yang terus meningkat serta jumlah inovasi dari desa yang setiap tahun juga bertambah selama tiga tahun terakhir ini.

Idealisasi terkait kualitas dan jumlah inovasi pun, khususnya di Kabupaten Malang, hampir tercapai. Lendy mengatakan, literasi inovasi dan narasi inovasi yang ada sudah seimbang. "Ini kekuatan PID di Kabupaten Malang. Sehingga menjadi modal besar dalam menggairahkan pembangunan dan pemberdayaan. Terlihat juga ada peningkatan keterlibatan para pihak dari kabupaten sampai desa," pungkasnya.
 

 

End of content

No more pages to load