Peserta Malang Flower Carnival saat berlenggak-lenggok dengan kostum bertema bunga di kawasan Simpang Balapan. (Foto Dok MalangTIMES).
Peserta Malang Flower Carnival saat berlenggak-lenggok dengan kostum bertema bunga di kawasan Simpang Balapan. (Foto Dok MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pelaksanaan event tahunan Malang Flower Carnival (MFC) menjadi salah satu magnet bagi wisatawan untuk datang ke Kota Malang. Masuk menjadi salah satu dari agenda 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia, pada 2019 ini MCF ditargetkan bisa menarik 22 ribu penonton. 

Kehadiran puluhan ribu penonton itu juga diharapkan bisa memacu pergerakan ekonomi lokal. Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani tidak meragukan keistimewaan MFC, termasuk dalam hal mendatangkan wisatawan. "Tidak hanya wisatawan nusantara (winus) tetapi wisatawan mancanegara (wisman) juga," terangnya.

Dalam keterangan tertulis, Rizki memastikan geliat ekonomi akan terlihat di Kota Malang saat event MCF berlangsung. Misalnya rata-rata okupansi hotel yang minimal 60 persen bisa dipacu hingga 98 persen. "Hal ini pun jadi sinyal positif, yaitu adanya pergerakan arus masuk wisatawan dari luar Malang secara masal," sebut nya. 

"Muara dari aktivitas pariwisata adalah pertumbuhan ekonomi. Selain atraksinya, aspek aksesibilitas dan amenitas (fasilitas penunjang pariwisata) di Malang adalah yang terbaik. Kami senang mendengar perekonomian Malang bergerak karena event ini," tambah Rizki. 

Dia pun mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk ikut mempromosikan MCF. Termasuk membuat paket-paket khusus bagi wisatawan.
 

Ketua Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Esthy Reko Astuty menilai Malang Flower Carnival selalu menghebohkan. "MFC merupakan satu di antara delapan event yang masuk dalam CoE 2019 dan mewakili Jawa Timur. Setiap tahunnya selalu tampil menghebohkan," kata Esthy. 

Dia menekankan, bagian penting dalam penyelenggaraan event adalah unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Tujuannya, memajukan pariwisata yang akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. "Unsur 3A ini sudah terpenuhi di Kota Malang," sebut nya.

Selain itu, diharapkan okupansi hotel dan jumlah turis akan terus naik. "Berdasarkan laporan panitia, penyelenggaraan MFC 2018 diikuti 296 peserta dan mendatangkan lebih dari 20 ribu pengunjung. Sehingga, membawa dampak langsung pada ekonomi setempat," ujarnya.  "MCF 2019 diprediksikan akan ada 250 hingga 300 peserta dan 22 ribu penonton yang akan meramaikan acara tahun ini," lanjutnya. 

Seperti diketahui, MCF 2019 akan digelar pada 15 September 2019. Event yang sudah memasuki tahun ke-9 ini akan diselenggarakan di Jalan Ijen, Kota Malang. Mengangkat tema Padma Nusa, ratusan peserta akan berparade selama empat jam mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB.