Screenshot video @APLPangeran 1
Screenshot video @APLPangeran 1

MALANGTIMES - Video razia satpol PP di Kota Medan -yang di-posting @APLpangeran1 di medsos Twitter- terhadap pedagang kaki lima (PKL) mendapat respons luas warganet. Bukan karena keberhasilan satpol PP dalam menegakkan aturan daerah atas keberadaan para PKL, tapi sikap arogan yang dipertunjukkan di dalam video berdurasi 0:59 detik itu.

"Komandan satpol PP yg arogan ini., akhirnya disiram (tersiram, ralat pemilik akun) dengan air panas oleh pemilik warung. Semoga menjadi pelajaran..!agar tidak semena-mena...!" cuit @APLpangeran1.

Lansiran video itulah yang kemudian menjadi viral. Dikomentari 2,3 ribu warganet, dicuit ulang sebanyak 6,2 ribu dan disukai 7,2 ribu, serta video tersebut telah dilihat sebanyak 324,5 ribu orang sejak di-posting. Hampir seluruh warganet menghujat apa yang dilakukan satpol PP itu.

Di dalam video, terlihat seorang lelaki berkemeja putih, yakni Kepala Satpol PP Medan M. Sofyan, bersama petugas berseragam. Mereka menarik sebuah meja PKL dan membantingnya. Tidak sampai di situ. Sofyan dengan tangan dilipat ke belakang juga menendang kursi jualan PKL.

Aksi itu tidak berhenti di sana. Sofyan juga menarik kain penutup PKL dan kembali menendang meja dan kursinya sampai terjungkal. Bahkan anak buahnya juga ikut terlibat dalam penertiban PKL sampai akhirnya terlihat dalam video ada upaya tarik-menarik barang berupa termos.

Tiba-tiba, air panas dalam termos menyembur akibat tarik-menarik itu serta mengenai bagian kepala Sofyan yang tidak jauh dari lokasi tarik-menarik antara petugasnya dengan pemilik warung.

Peristiwa yang terjadi di warung kopi (warkop) RS Santa Elisabeth, Medan. Awalnya ditulis bahwa Sofyan disiram air panas dalam razia itu di beberapa media itu. Namun, faktanya diluruskan oleh para warganet. "Salah bro, bukan disiram oleh pemilik warung, pemilik berebut termos air panas yg hendak diangkut satpol pp, aksi tarik menarik barang, nyemburlah tuh air kena pemilik warung dan petugas pol pp, kasian tukang warungnya," tulis @LeaAccu.

Lepas dari itu, warganet memang terbilang geram dengan kelakuan kepala satpol PP tersebut. @valencia_amara bisa mewakili kegeraman warganet yang masih cukup santun. "Satpol PP aja gayanya udah selangit ...knp gak disiram air cabek sekalian biar kapok !!".

Pun yang disampaikan @G_BTheOne. "Melampaui wewenang dan kapasitasnya over acting," ujarnya.

Tindakan Satpol PP Medan tersebut juga ditarik lebih luas kepada sikap para penegak aturan daerah saat berhadapan dengan pedagang besar atau pengusaha minimarket. @RealForJKW menyatakan, "Menertibkan PK-5 memang bagaikan makan buah simalakama. Klu saya lihat video itu, saya memang menyesalkan tindakan kepala satpol PP. Memang arogan. Tp dlm hal ini pasti PK-5 sdh diberikan sosialisasi. Semoga ada solusi yg lbh baik."

@panjipnjk mencuitkan, "Halah, minimarket dekat pasar itu juga ada peraturannya terkait dengan jarak minimal utk melindungi pasar tapi gak pernah ditindak cuma disurati doang. Giliran berhadapan sama rakyat kecil ditendangin sembarang." 

@SmCahaya melanjutkan. "Dan kalo benar2 diperiksa izinnya. Banyak tuh yg blm punya izin. Tp di diamin we," tulisnya.