Instruksi Pemerintah Mendadak, Kantong Kresek Masih Dominasi Pembungkus Daging Kurban

Aug 11, 2019 18:36
Pelaksanan qurban di hari idul adha yang masih banyak daging hewannya dibungkus kantong plastik (Nana)
Pelaksanan qurban di hari idul adha yang masih banyak daging hewannya dibungkus kantong plastik (Nana)

MALANGTIMES - Imbauan pemerintah untuk menggunakan alat bungkus daging kurban tahun ini tanpa kantong kresek atau plastik, belum bisa maksimal dilakukan di lapangan.

Hal ini terlihat dari lokasi kurban yang masih banyak mempergunakan kantong kresek atau plastik di berbagai wilayah yang dipantau MalangTIMES, Minggu (11/08/2019). Baik di seputaran Kepanjen, Gondanglegi, Sumberpucung, serta beberapa wilayah lainnya di bebagai kecamatan.

Bukan tanpa sebab, panitia kurban akhirnya terpaksa mempergunakan kantong kresek, seperti tahun-tahun lalu. Beberapa alasan dilontarkan atas masih dipakainya plastik untuk bungkus daging kurban.

"Hewan yang kita kurbankan terbilang banyak dan tidak ada cara lain untuk bungkusnya selain kresek. Cari wadah lain kayak besek (tempat dari ayaman bambu) atau dibungkus daun juga terlalu sulit dengan jumlah daging yang banyak ini," kata Abdullah salah satu panitia qurban di wilayah Kepanjen kepada MalangTIMES.

Adullah mengetahui bahwa ada imbauan dari pemerintah untuk meminimalisir penggunaan plastik saat kurban. Tapi dengan berbagai kendala yang ada dirinya tidak punya waktu menyiapkan hal tersebut. 

"Kebanyakan warga lain malah tidak tahu ada imbauan itu. Instruksi dari Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang juga dadakan ini," ujarnya.

Di wilayah lainnya pun masih banyak panitia kurban yang memakai kantong kresek. Hampir senada dengan Abdullah, mereka juga cukup kesulitan untuk memakai alat atau wadah lainnya. Apalagi dengan jumlah yang terbilang banyak dalam pengadaannya, seperti besek, yang juga harganya tentu lebih mahal dibandingkan kantong plastik.

Bukan hanya di lingkungan warga yang merayakan sembelih hewan kurban saja dengan wadah kantong plastik. Tapi, panitia Polres Malang pun, masih menggunakannya benda yang kini ramai diperbincangkan di skala dunia. Dikarenakan tingkat pencemarannya yang sangat merusak lingkungan dan tidak bisa didaur ulang.

Melalui Kabag OPD Polres Malang, Kompol Sunardi, pihaknya memang masih mempergunakan kantong plastik. "Ini tidak ada alternatif lain. Imbauan dari Pemkab Malang terlalu mendadak, sehingga untuk mencari wadah selain kantong plastik cukup repot juga," ujarnya.

Sunardi juga menyampaikan, kendati masih memakai kantong plastik, tapi pihaknya memakai yang warna putih. Dimana, kantong plastik yang tidak boleh digunakan adalah yang berwarna hitam. 

"Sekali lagi ini memang tidak ada alternatif," ucapnya yang juga menyampaikan di hari idul adha ini Polres Malang berqurban  8 ekor sapi serta 35 ekor kambing. 

Berbagai kendala yang dihadapi di tingkat panitia qurban itulah yang membuat kantong plastik, khususnya warna hitam masih marak dipakai sebagai wadah daging.

Larangan pemakaian kantong plastik warna hitam, dari beberapa data dikarenakan bahannya merupakan hasil olahan limbah yang tidak di ketahui asal usulnya. Bisa saja dari bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, limbah logam berat, hingga kotoran hewan atau manusia sehingga sangat berbahaya apabila digunakan sebagai pembungkus makanan.

Sayangnya imbauan untuk mengendalikan sampah plastik, belum bisa maksimal diterapkan di Kabupaten Malang. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah Pemkab Malang dalam mengupayakan edukasi terkait pemakaian plastik sekaligus menerapkan sanksi ke depannya.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh LSM Ecoton melalui Prigi Arisandi, seperti dilansir BBC, yang menyatakan, untuk mengendalikan plastik kresek harus melalui regulasi pembatasan produksi produk tak ramah lingkungan di tingkat produsen atau perusahaan.

"Jadi bukan sekedar imbauan walau tentu kita apresiasi langkah itu. Tapi imbauan tanpa sanksi atau hukuman hanya jadi seremonial saja," ujar Prigi yang meminta pemerintah tegas dalam melakukan pembatasan produksi plastik kresek.

"Masyarakat akan terus pakai karena pemerintah tidak melarangnya. Hanya imbauan tanpa ada hukuman," imbuhnya.
 

 

Topik
MalangBerita Malangdaging kurbanHari Raya Idul Adha

Berita Lainnya

Berita

Terbaru