Tiga Terduga Pelaku Kasus Penggelapan Uang Miliaran Rupiah Milik Tirtasani Royal Resort Belum jadi Tersangka

MALANGTIMES - Meski sudah sepekan berlalu, tiga terduga pelaku kasus penggelapan uang miliaran rupiah milik Tirtasani Royal Resort belum juga berstatus tersangka. Hingga Sabtu (10/8/2019), polisi hanya menahan satu orang dari empat pelaku yang diduga melakukan penggelapan uang milik perusahaan tempat mereka bekerja tersebut.

Satu orang tersangka yang dikabarkan sudah dilakukan penahanan itu adalah SS (inisial). Perempuan yang bekerja sebagai Branch Manager Development di Tirtasani Royal Resort ini, diciduk polisi pada Minggu (4/8/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, SS di ditetapkan sebagai tersangka sejak 29 Juli lalu. Karena  statusnya tersebut, pelaku sempat melarikan diri ke luar kota sebelum akhirnya diamankan saat menginap di salah satu hotel di Jakarta, Minggu (4/8/2019).

Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus pengelapan uang yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah tersebut. Dari hasil penyidikan sementara, kerugian yang dialami Tirtasani Royal Resort mencapai lebih dari Rp 4 miliar.

Uang mencapai miliaran itu, digelapkan tersangka SS bersama dengan 3 orang pelaku lainnya. Namun hingga berita ini ditulis, hanya SS saja yang sudah resmi ditahan Polres Malang. Penyidik beralasan, SS ditahan lantaran menjadi dalang atas kasus penggelapan dalam jabatan tersebut.

Padahal, terungkapnya kasus ini bermula dari pengakuan salah satu pelaku penggelapan, jika dirinya dan komplotannya telah menggelapkan uang milik perusahaan. ”Iya, kasusnya terungkap setelah salah satu pelaku mengaku jika menggelapkan uang perusahaan. Bahkan saat itu, pelaku juga sempat mengembalikan uang yang dia terima ke Tirtasani Royal Resort,” kata salah satu anggota Polres Malang yang mewanti-wanti agar namanya tidak dicantumkan dalam pemberitaan ini.

Pihaknya menambahkan, saat melancarkan aksinya komplotan yang beranggotakan empat orang ini saling berbagi tugas. Ada yang bertindak sebagai pemalsuan berkas penjualan rumah, pemalsuan kwitansi pembayaran rumah, mengelola uang hasil penggelapan, dan ada yang memasarkan ke calon pembeli.

”Selain menjadi otak kasus penggelapan, tersangka SS juga berperan untuk memasarkan kepada calon pembeli,” imbuhnya.

Ketika ditanyakan terkait perkembangan kasusnya, pihaknya mengaku jika penyidik yang menangani kasus tersebut masih terus melakukan pendalaman. 

”Ya kami tidak bisa buru-buru menetapkan 3 pelaku yang diduga terlibat bos (panggilan akrab ke wartawan media ini), soalnya para pelaku ini berbeda dengan kasusnya. Mereka ini backingannya kuat,” terangnya sambil nyengir.

Dugaan Polres Malang yang terkesan terlalu berhati-hati ini memang bukan tanpa alasan. Terbukti saat meringkus SS akhir pekan lalu, polisi mendapati seorang pria sedang menginap satu kamar bersama dengan tersangka. Dia adalah MH. Salah satu dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini, merupakan penasihat hukum tersangka SS.

Berangkat dari penelusuran ini, wartawan akhirnya mencoba untuk mengkonfirmasi beberapa pejabat Polres Malang. ”Izin kasat dulu mas, setelah berita di MalangTIMES.com tayang kami dihubungi beberapa pihak. Kalau Kasat oke nanti kami rilis,” kata salah sumber lain MalangTIMES.com yang juga penyidik akan kasus penggelapan tersebut.

Ketika di konfirmasi ke Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, pihaknya memilih irit bicara. Tidak seperti biasanya, meski akrab saat bertemu wartawan media ini, perwira polisi dengan tiga balok dibahu tersebut, memilih segera berkemas dan pulang saat ditemui diruagannya beberapa waktu lalu ketika ditanya terkait kelanjutan kasus penggelapan tersebut.

Terpisah, KBO Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo mengaku jika saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait kasus penggelapan sejumlah uang di Tirtasani Royal Resort tersebut. 

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, terhadap tersangka SS sementara ini kami sangkakan dengan pasal 374 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dalam jabatan,” terang Rudi kepada MalangTIMES.com.

Ketika ditanya terkait Polres Malang yang terkesan terlalu berhati-hati saat menangani kasus penggelapan uang milik Tirtasani Royal Resort, lantaran beberapa pihak yang terlibat mendapat backingan khusus .

Rudi memilih untuk tidak berkomentar panjang. Dia berdalih jika semua kasus yang ditangani Polres Malang memang sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. ”Ya hati-hati itu bukan karena ada backingnya, tapi memang prosesurnya seperti itu. Tidak bisa tiba-tiba kami tetapkan terduga pelaku sebagai tersangka,” dalihnya.

Di sisi lain, Polres Malang hingga kini terus memburu keterangan dari beberapa saksi. Selain dari korban yakni pihak Tirtasani Royal Resort. Polisi juga bakal melibatkan peran dari para saksi ahli. Salah satu saksi ahli yang hendak dilibatkan Polres Malang adalah Ketua Tim Advokasi Hukum Universitas Brawijaya (UB), Prija Djatmika.

”Kalau jumlah pasti saksi dan perkembangan saat ini saya tidak tau secara rinci, kasusnya masih ditangani penyidik dari Unit Tipidter,” tutup Rudi mengakhiri pembicaraan.

Top