Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Wacana event tahunan Festival Mbois disinggung anggota DPRD Kota Malang. Belum lama ini, Dinas Perdagangan Kota Malang melakukan hearing (dengar pendapat) terkait dengan anggaran event yang masuk dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) mencapai Rp 200 juta.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan perubahan anggaran dalam kegiatan tersebut bukan semata-mata menambahkan saja, melainkan memang terkait efisiensi dari kegiatan yang akan berlangsung di bulan Oktober 2019 mendatang.

"Memang ada efisiensi di perubahan anggaran 2019, dan sudah saya sampaikan. Dibanding tahun lalu, proses untuk kegiatan ini lebih panjang,l sehingga membutuhkan anggaran yang lebih besar," ujar dia belum lama ini.

Wahyu menjelaskan, proses pelaksanaan kegiatan setidaknya butuh waktu sekitar satu bulan. Nantinya, bakal melibatkan komunitas anak muda kreatif se-Indonesia.

"Kita mengundang teman-teman kreatif se-Indonesia. Otomatis, butuh juga peralatan dan macam-macam yang lebih banyak. Kalau tahun sebelumnya memang tidak sebesar itu (Rp 200 juta)," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Wahyu juga memaparkan gambaran Festival Mbois tersebut. Nantinya proyeksinya bakal melibatkan kreativitas anak muda, dalam hal ini Malang Creative Fusion (MCF). Kemudian, bakal ada kegiatan games, pemasaran produk hasil produk Kota Malang dan masih banyak lainnya.

"Kegiatan ini yang pasti nantinya juga bakal bersifat mengenalkan bagaimana Kota Malang ini lebih maju melalui kreatifitas anak mudanya. Terus ada diskusi secara nasional juga, lalu ada games dimana saat ini sedang diminati, kita akan menjaring potensi anak-anak muda melalui itu," pungkas dia.

End of content

No more pages to load