Gerakan Rp 1.000 ASN Kurangi Jeratan "Bank Titil", Sutiaji Masih Godok Skenario Penggunaan

MALANGTIMES - Geliat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang guna menekan jeratan "bank titil" terhadap warganya telah dilakukan. Salah satunya melalui gerakan donasi Rp 1.000 untuk setiap aparatur sipil negara (ASN).

Gerakan yang digagas oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan Wawali Sofyan Edi Jarwoko tersebut sebagai salah satu aksi 99 hari kerja mereka. Nantinya, dari sejumlah 7.200 ASN yang menyumbang, maka setiap harinya paling tidak mencapai Rp 7,2 juta.

Setiap ASN memang masih diminta suka rela dalam keikutsertaannya dalam penyumbangan ini. Meski belum terlihat efektif, dari gerakan inilah, dana yang terkumpul tersebut rencananya bakal dikucurkan untuk dana sosial.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan gerakan tersebut telah berjalan di lingkup masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintahan Kota Malang. Hanya saja, pihaknya masih belum menilai sejauh mana gerakan ini nantinya akan dijalankan secara maksimal.

"Insya Allah sebagian sudah berjalan. Kami belum tahu saat ini sudah terkumpul berapa. Nanti ya kita lihat," ujar dia.

Terkait dengan persoalan dana sosial yang akan disalurkan, pria yang akrab disapa Aji ini menjelaskan singkat  bahwa dirinya telah memiliki skenario. Namun, skenario itu masih akan digodok terlebih dahulu sebelum direalisasikan. "Keperluan itu, bank titil kita lihat nanti ya. Pokoknya saya ada skenario lain, tapi nanti," ucap Sutiaji.

Lebih lanjut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto menjelaskan, program yang sudah berjalan di masing-masing OPD tersebut memang dirancang untuk masyarakat, terutama ASN gemar berbagi. Hanya saja, sasaran dari gerakan ini masih dalam tahap perumusan bersama. Yakni, mengenai detail sasaran bantuan sosial dan teknis pengelolaannya.

"Itu sudah berjalan, tapi masing-masing dinas saya tidak tahu sudah terkumpul berapa. Nanti bersama Baznas akan diambil harian atau bulanan juga belum dikonsultasikan,” ungkapnya.

Top