Cinta Lingkungan, Sebagian Warga di Kota Malang Pilih Bagikan Daging Kurban Pakai Besek

Aug 11, 2019 13:50
Siswa dan siswi SMPN 3 Malang saat mengemas daging kurban dengan besek. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Siswa dan siswi SMPN 3 Malang saat mengemas daging kurban dengan besek. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wujud cinta lingkungan, sebagian warga di Kota Malang pilih menggunakan besek saat membagikan daging kurban. Hal itu tampak pada pembagian daging yang dilakukan siswa dan siswi SMPN 3 Malang serta Majelis Tasawuf Sunan Drajat Indonesia Kota Malang. Sejak pagi, daging hewan kurban yang selesai disembelih ditimbang dan kemudian dimasukkan ke dalam besek.

Guru tata tertib SMPN 3 Malang sekaligus panitia pengolagan daging kurban Rahman Helmi menyampaikan, penggunaan besek baru pertama kali dilakukan SMPN 3 Malang dalam perayaan Idul Adha 2019. Sebanyak kurang lebih 750 besek dipersipakan. Rencananya, penggunaan besek akan kembali dilakukan tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

"Sekolah kami sekolah Adiwiyata dan semuanya harus ditularkan kepada siswa untuk berwawasan ingkungan," katanya di sela-sela aktivitas penyembelihan hewan kurban, Minggu (11/8/2019).

Sebelum memutuskan menggunakan besek, menurut Rahman, sekolah sempat mempertimbangkan penggunaan daun jati. Namun lantaran daun jati susah ditemui, maka sekolah memutuskan menggunakan besek karena dinilai lebih mudah didaur dan ramah lingkungan. "Besek susah cari di pasar. Kami langsung ke pengrajin di Malang Selatan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tasawuf Sunan Drajat Indonesia Kota Malang Didik Fibrianto menyampaikan, penggunaan besek dilakukan untuk menciptkan masyarakat yang cinta akan lingkungan. Sebab. selama ini, sampah plastik menjadi salah datu penyebab pencemaran lingkungan lantaran susah untuk diurai.

"Ini juga merupakan kepedulian kita terhadap masyarakat desa yang  memproduksi anyaman bambu khas Indonesia yang saat ini sudah hampir punah," katanya.

Selain itu, lanjut Didik, dengan penggunaan besek diharapkan masyarakat dapat kembi mengingat jika besek atau anyaman bambu ini adalah industri kerajinan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan. Bahkan, dia berharap agar penggunaan besek kembali dilakukan untuk beberapa aktivitas dan kegiatan hajatan di rumah warga hingga instansi pemerintahan.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

"Kalau sampah plastik menjadi momok perusak lingkungan, saya berharap kepada masyarakat agar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Kami ingin masyarakat mencintai seluruh alam semesta, termasuk mencintai lingkungannya, karena mencintai lingkungan adalah bagian dari ketakwaan kita kepada Allah SWT," pungkasnya.
 

 

Topik
SMPN 3 MalangHari Raya Idul Adha 1440 Hijriahpembagian daging kurban dengan besekMajelis Tasawuf Sunan Drajat Indonesia Kota Malangcinta lingkungan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru