Ilustrasi Bus Macito Kota Malang (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Bus Macito Kota Malang (Foto: Istimewa)



MALANGTIMES - Dianggap belum memiliki surat - surat kendaraan yang lengkap, bus Malang City Tour (Macito) harus berhenti beroperasi. Padahal bus bertingkat ini telah menjadi salah satu fasilitas transportasi wisata gratis dan menjadi ikon di Kota Malang beberapa tahun terakhir ini.

Mau tidak mau, bus bertingkat itu kini tidak bisa berlalu lalang di jalanan Kota Malang. Bus yang kerap menyambut wisatawan penting berkeliling area ini disinyalir tidak memenuhi standar modifikasi atau tidak sesuai dengan sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT).

Menanggapi tidak beroperasinya bus Macito, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa bus tersebut bukanlah tidak beroperasi, melainkan hanya dilakukan penghentian pengoperasian untuk sementara waktu saja. "Sudah lama memang. Bukan tidak beroperasi. Jadi, kami pending dulu untuk disesuaikan dengan ketentuan. Istilahnya dilakukan rekondisi ya. Yang namanya pemerintah, kan pimpinan harus harus menjadi contoh. Kita harus taat pada aturan," ujar dia.

Menurut Sutiaji, bus Macito saat ini dalam tahapan untuk segera dibenahi. Baik itu kelengkapan surat-surat berkendara ataupun standar untuk desain bus sendiri. Dengan bertingkatnya desain bus, nantinya aspek keselamatan penggunanya juga bakal diperhatikan.

"Insya Allah kami lakukan rekondisi. Nanti tetap pakai Macito. Cuma, sekarang kami hentikan untuk pembenahan sesuai dengan tuntutan regulasi yang ada. Desainnya nanti kami sesuaikan. Yang bisa menjaga keselamatan penggunanya. Sehingga itu nanti izinnya dari Kementerian Perhubungan bisa. Dari lantas juga bisa," imbuhnya.

Keadaan bus Macito sendiri memang masih dikhawatirkan membahayakan lantaran saat ini dinilai terlalu tinggi sehingga kerap menabrak ranting-ranting pohon dan kabel menjalar. Maka dari itu, pria yang akrab disapa Aji ini menambahkan persyaratan untuk memiliki bus bertingkat akan dicarikan solusi terbaiknya sehingga segera bisa dinikmati kembali, baik bagi masyarakat Kota Malang maupun wisatawan. 

"Persyaratan itu akan diketahui melalui rekondisi. Tingginya bagaimana. Jadi, biar tidak kena ranting dan kabel. Makannya desainnya ini kami masih cari solusi yang terbaik. Bisa jadi itu nanti akan direndahkan. Ya kita lihat saja rekondisi yang sesuai dengan kementerian," pungkas Sutiaji.

End of content

No more pages to load