Idul Adha, Dirut PT CAS Ajak Masyarakat Teladani Ketakwaan Nabi Ibrahim

Aug 11, 2019 10:04
Dirut PT CAS Ir Ghufron Marzuqi (baju putih) saat akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid Al Ghufron. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dirut PT CAS Ir Ghufron Marzuqi (baju putih) saat akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid Al Ghufron. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hari Raya Idul Adha menjadi momentum keberasamaan Masjid Al Ghufron dan Dirut PT Aneka Cipta Solusi (CAS) Ir Ghufron Marzuqi untuk berkumpul bersama warga dan berbagi dengan para anak yatim maupun masyarakat sekitar. Selain menggelar salat Idul Adha, juga ada penyembelian dan pembagian hewan kurban.

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

Ghufron Marzuqi menjelaskan, muslim patut meneladani  Nabi Ibrahim yang begitu memiliki ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT. "Nabi Ibrahim menaati perintah Allah. Di antaranya untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Padahal, Nabi Ibrahim telah menunggu lama untuk kehadiran seorang putra yang saleh," ungkapnya.

Dari ketaatan, ketakwaan, serta keikhlasan Nabi Ibrahim dan juga Nabi Ismail yang saleh tersebut, kemudian Allah mengganti putranya yang akan disembelih dengan hewan kurban.

"Itulah ternyata, kalau diterapkan pada kehidupan di dunia ini, selama kita yakin, taat dan ikhlas, Allah akan memudahkan segala urusan kita. Baik itu rezeki, ilmu dan hal lainnya," tutur Ghufron.

Selain itu, untuk upaya mengajak umat muslim meneladani ketaatan dan ketakwaan Nabi Ibrahim, Ghufron jmemasang sebuah baliho besar di halaman Masjid Al Ghufron. Tulisannya soal keutamaan dan hikmah berkurban. "Kami memang mengajak para jamaah masjid dan masyarakat sekitar, untuk mengetahui apa keutamaan dan hikmah dari berkurban," ucapnya.

Berikut isi dari baliho besar tersebut: "Maka dirinkanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (Qs Al Kautsar :2)".

"Daging-daging unta dan darahnya, sekali-kali tak pernah dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya  (Qs Al Hajj : 37)".

"Katakanlah: sesungguhnya salat, sembelihanku (kurban,), hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan alam semesta (Qs Al an'am: 162)".

Baca Juga : MUI Sebut Puasa Ramadan Bentengi Diri dari Covid-19, Imbau Ibadah di Rumah

"Tidaklah seorang manuisa melakukan amal pada hari nahar (10 Dzulhijah) yang lebih dicintai Allah SWT. Daripada menumpahkan darah (menyembelih kurban). Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Sesungguhnya, Allah SWT telah menerima niat berkurban itu sebelum darahnya jatuh ke tanah. Maka bersihkanlah jiwamu dengan beribadah kurban (Hr Al Hakim, Ibnu Majah dan Attimidzi)".

"Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan tidak mau berkurban, maka janganlah hadir di lapangan kami (untuk salat Id) (Hr Ahmad, Daru Quthni, Baihaqi dan Al Hakim)".

Sebelum pemotongan hewan kurban, digelar salat Id dengan masyarakat sekitar. Salat Id ini diimami pengasuh Pondok Pesantren Al-Islahiyyah, Singosari, Kabupaten Malang, KH Imron Rosyadi Hamid yang juga rais syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Tiongkok.

Dalam khutbahnya, KH Imron Rosyadi Hamid menerangankan keutamaan dan hikmah berkurban serta mengenai kisah Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih putranya karena perintah Allah sehingga akhirnya digantikan hewan kurban.

 

Topik
Hari Raya Idul AdhaPT Aneka Cipta SolusiIr Ghufron MarzuqiMasjid Al Ghufronpenyembelian dan pembagian hewan kurban

Berita Lainnya

Berita

Terbaru