Kurangi Sampah Plastik, Dewan Sarankan Pemkot Malang Tiru Kebijakan di Bali

Aug 11, 2019 09:08
Ilustrasi (Blog Unik)
Ilustrasi (Blog Unik)

MALANGTIMES - Sampah plastik menjadi salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi banyak daerah, tanpa kecuali Kota Malang. Upaya memerangi sampah plastik pun terus dilakukan. Mulai dari penerapan kantong plastik berbayar hingga imbauan untuk membawa bekal dengan wadah yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Di Kota Malang, peraturan daerah (perda) yang memberi larangan terhadap penggunaan kantong plastik saat ini masih belum disahkan. Meski begitu, DPRD Kota Malang mengharapkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerapkan beberapa kebijakan mengikat agar sampah plastik dapat dikurangi lebih banyak lagi.

"Perda pembatasan penggunaan kantong plastik memang belum disahkan. Tapi kami berharap ada inovasi dari Pemerintah Kota Malang, setidaknya melalui surat edaran atau perwal (peraturan wali kota)," kata anggota DPRD Kota Malang dari  Fraksi PAN Ditto Arief.

Upaya pemberantasan sampah plastik itu, menurut Ditto, harus segera dilakukan. Mengingat, sampah plastik saat ini juga menjadi permasalahan kompleks di Kota Pendidikan ini. Ketergantungan masyarakat untuk menggunakan plastik juga harus ditekan sejak dini.

"Ke depan Kota Malang harus melakukan gerakan yang lebih konkret. Seperti Bali, yang saat ini sudah melarang pemakaian kantong plastik. Semua pusat perbelanjaan di Bali pasti tidak menyediakan kantong plastik," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, Pemkot Malang sudah menegaskan diri untuk memerangi sampah plastik. Saat ini dimulai dari lingkup internal Pemkot Malang sendiri, yaitu tidak menyediakan hidangan berkemasan plastik dalam berbagai kegiatan. Selanjutnya, para ASN  (aparatur sipil negara) diharapkan untuk membawa bekal makanan dan minuman yang ramah lingkungan. "Selain itu, kami sudah terapkan kebijakan plastik berbayar saat berbelanja," imbuhnya.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Di sisi lain, lanjut Sutiaji,  kampanye pengurangan kantong plastik juga sudah dilakukan hingga ke pasar rakyat. Beberapa pasar sebelumnya telah dibagikan kantong kertas ramah lingkungan untuk melayani masyarakat yang berbelanja. Ke depan, gerakan ini ia harapkan bisa lebih ditingkatkan lagi.

Selain itu, penyusunan rancangan peraturan daerah berkaitan dengan pembatasan penggunaan plastik saat ini juga terus disusun oleh Bagian Hukum Pemkot Malang. Dia pun menargetkan ranperda yang khusus membatasi pemakaian plastik itu dapat terealisasi secepatnya.

"Awalnya kami menghendaki adanya perwal tentanga pembatasan penggunaan plastik. Tapi kemudian gubernur Jatim menyarankan untuk dibuatkan peraturan daerah (perda)," kata Sutiaji.

 

Topik
Kurangi Sampah PlastikDPRD Kota MalangPemkot Malangkebijakan sampah plastik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru