Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi



MALANGTIMES - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menargetkan angka pertumbuhan kredit perbankan mencapai 10 persen pada 2019 ini. Meski demikian, hingga semester I angka pertumbuhannya baru sekitar 7 persen dengan total kredit sekitar Rp 40 triliun. 

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengungkapkan, pihaknya berupaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah dan juga memacu industri jasa keuangan tumbuh sehat. "Harapannya nanti industrinya stabil, kokoh dan ekonomi tumbuh baik. Pertumbuhan kredit minimal 10 persen karena saat ini masih di kisaran 7 persen. Jadi ini PR (pekerjaan rumah ) buat kami," ujarnya.

Sugiarto mengakui bahwa target tersebut tidak gampang. Tetapi optimalisasi dan juga sinergi dengan pemerintah daerah (pemda) diharapkan bisa meningkatkan angka kredit. "Setelah koordinasi dengan stakeholder Malang Raya, akan tahu kredit apa nanti yang bisa dikembangkan dan digenjot program-program khusus," tuturnya. 

Berdasarkan data statistik yang dimiliki OJK Malang, lanjut Sugiarto, ada empat sektor potensial yang menjadi orientasi sasaran. "Ada empat orientasi, pariwisata masih jadi unggulan. Tapi selain itu ada juga sektor perdagangan, manufaktur seperti garmen atau fashion, juga pertanian," urainya.

Pihaknya juga akan lebih mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang ada di wilayah kerja OJK Malang. "Saat ini sudah ada empat TPAKD yang terbentuk yakni di Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Probolinggo. Nanti tim kami akan kerja sama mengembangkan dan mempertemukan warga dengan industri jasa keuangan," paparnya.

Selama ini, lanjutnya, banyak masyarakat yang belum mendapatkan literasi yang cukup soal jasa keuangan. "Mereka masih takut atau jauh. Padahal ada kemudahan kredit dan penjaminan, itu salah satu cara untuk memudahkan masyarakat yang tidak punya agunan tapi punya usaha. Itu yang akan diformulasikan dengan pemda," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load