Evaluasi Kegiatan Operasi Sayang Dinas Pendidikan Kota Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Evaluasi Kegiatan Operasi Sayang Dinas Pendidikan Kota Malang. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Program Kegiatan Operasi Sayang selama ini terselenggara dengan baik dan lancar. Program Operasi Sayang hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Kota Malang dengan Polisi Resort Malang Kota Polres Makota), Badan Narkotika Nasional Kota Malang (BNNK Malang), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Operasi Sayang sendiri merupakan salah satu program inovatif Dinas Pendidikan Kota Malang yang bekerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor dalam rangka meminimalisir kenakalan pelajar serta mencegah penyalahgunaan narkotika ataupun obat-obatan terlarang di kalangan pelajar Kota Malang.

Hasil dari Operasi Sayang ini, dari waktu ke waktu semakin meminimalisir kenakalan pelajar di Kota Malang. Hal ini dinyatakan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Drs Totok Kasianto belum lama ini dalam Evaluasi Operasi Sayang Tahun Pelajaran 2018/2019 di Aula Dinas Pendidikan.

"Program kerja ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat, khususnya orang tua siswa dari waktu ke waktu. Operasi sayang inipun selaras dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter," ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Malang Siti Ratnawati SH MPd menyampaikan bahwa program kerja inovatif Operasi Sayang ini telah dilaksanakan selama tujuh tahun terakhir ini.

Dikatakannya, program ini dinamakan Operasi Sayang dikarenakan dalam pelaksanaannya lebih mengedepankan tindakan preventif daripada represif pada pelajar di Kota Malang.

Setiap hari, tim Operasi Sayang yang terdiri atas unsur BNN Kota Malang, Polres Malang Kota, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan berkeliling menyasar tempat-tempat yang biasanya digunakan para pelajar nongkrong pada jam pelajaran.

“Selain melakukan patroli rutin, tim Operasi Sayang juga melakukan kegiatan sosialisasi tindakan-tindakan yang melanggar hukum, sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), razia konten telepon genggam, test urine serta penindakan ataupun pembinaan manakala pelajar ditenggarai telah melakukan hal yang melanggar norma hokum, norma sosial atau bahkan ditengarai sebagai salah satu pengguna narkoba," terang Siti Ratnawati.

Pembinaan dilakukan di Dinas Pendidikan Kota Malang dengan memanggil pihak sekolah dan orang tua siswa yang bersangkutan. "Manakala diperlukan pembinaan ataupun rehabilitasi, maka akan ditangani lebih lanjut oleh tim Operasi Sayang,“ imbuhnya.

Polres Malang Kota Iptu Lilik Isti S SH mengatakan bahwa Polri pada umumnya dan Polres Malang Kota pada khususnya sangat mengapresiasi program kerja semacam Operasi Sayang, yang membantu terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Apalagi kegiatan Operasi Sayang menyasar pelajar yang notabene merupakan generasi penerus bangsa yang secara berkesinambungan harus dididik, dibina, dibimbing, dan diajari berbagai hal mana yang baik mana yang buruk. Sehingga kelak menjadi generasi emas penerus estafet keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.