Ilustrasi, kantor PT Jasamarga Pandaan-Malang di Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi, kantor PT Jasamarga Pandaan-Malang di Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan tarif Tol Malang-Pandaan (Mapan) sebesar Rp 898 per kilometer (km). Dengan besaran tersebut, pengembalian modal investasi yang mencapai Rp 5,97 triliun diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya 23 tahun. 

Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Agus Purnomo mengungkapkan, penerapan tarif tersebut tidak hanya mengejar pengembalian investasi. "Sudah ada perhitungan, kurang lebih 13 tahun kami bisa membiayai sendiri bunga dan pokok pinjaman. Tapi kalau untuk balik modal kalau dan benar-benar nggak punya hutang butuh waktu sekitar 23 tahun," terangnya. 

Sebagai infrastruktur publik milik pemerintah, Agus menegaskan bahwa pemberlakuan tarif tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan bayar penguna jalan. "Kami kan nggak boleh untung banyak-banyak. Penyesuaian tarif juga hanya boleh dilakukan 2 tahun sekali sesuai inflasi. Paling-paling hanya naik 7 persen," sebutnya.

Anggota Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Unsur Kementerian PUPR Agita Widjajanto menambahkan, pembangunan Tol Mapan sebagian besar dibiayai oleh investor dari unsur perbankan. "APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) kan terbatas, sehingga hanya mampu menyediakan 30 persen dari kebutuhan dana infrastruktur," terangnya. 

"Maka ada sokongan 30 persen dari pemerintah daerah (pemda), badan usaha milik daerah (BUMD) dan lain-lain, sementara lebihnya 40 persen dari investor. Tidak murni APBN, kami menyediakan equity 30 persen dan sisanya sindikasi," urai Agita. Sehingga, saat pembangunan infrastruktur sudah selesai, PT JPM wajib mengembalikan pinjaman ke sindikasi dari tarif yang diberlakukan.

Menurut Agita, pemerintah berupaya menekan besaran tarif tol sehingga tidak membebani masyarakat. Salah satu pertimbangannya, agar pengembalian dana investasi tidak melebihi masa konsensi. "Konsensi jalan tol ini maksimal 50 tahun. Kalau misal hanya 25 tahun, akan lebih mahal tarifnya," ujarnya.

Seperti diketahui, secara resmi Tol Mapan baru beroperasi tiga seksi. Yakni dari interchange Pandaan hingga gerbang Singosari. Ada tiga skema tarif tol untuk lima golongan kendaraan. Tarif tol golongan I untuk tujuan Pandaan-Singosari sebesar Rp 27.500. Golongan II dan III dikenakan tarif tol senilai Rp 41.500 sedangkan kendaraan golongan IV dan V sekitar Rp 55 ribu.