KKN Unikama di Harjokuncaran (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
KKN Unikama di Harjokuncaran (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) di Desa Harjokuncaran, banyak membawa dampak positif. Mahasiswa Unikama yang ikut program KKN ini, banyak membantu masyarakat. Mereka membagikan ilmu-ilmu positif dan sangat bermanfaat melalui program kerja (Proker) untuk diterapkan di masyarakat. Salah satunya adalah, bagaimana cara melakukan kepengurusan Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Hal tersebut, memang dilatari oleh banyaknya masyarakat yang memang belum memahami maupun mengetahui bagaimana proses untuk melakukan kepengurusan PIRT untuk Industri Rumah Tangga yang ditekuni masyarakat.

"Untuk program kerja yang sudah terselesaikan, seperti pelatihan dan seminar mengenai perizinan. Soal perizinan juga sempat masuk media sosial, dimana katanya mengalami kesulitan. Kami memberikan solusi pelatihan dan perizinan PIRT, supaya lebih mudah, juga kami tunjukan cara-caranya dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun," jelas Ekky Susanto, Kordes Desa Harjokuncaran.

Selain hal itu, ia juga membeber, program kerja penunjang lainnya dari KKN Unikama di Harjokuncaran. Dijelaskan nya, jika saat ini program kerja yang sedang berjalan adalah kegiatan membatik dengan teknik jumput.

Pelatihan membatik dengan teknik jumput sudah dilakukan bersama dengan ibu-ibu PKK maupun masyarakat setempat. Pelatihan tersebut, diungkapkan Kordes Harjokuncaran, sangat disambut antusias oleh PKK maupun masyarakat setempat. "Latihannya hingga beberapa jam, karena masyarakat sangat antusias dan terus belajar mengenai batik jumput. Peralatannya sederhana, seperti kelereng, tali rafia, kain dan pewarna, untuk membatik jumput," jelas mahasiswa jurusan Teknik Informatika ini.

Dan mengenai target pemasaran maupun patokan harga dari batik dengan teknik Jumput ini, dijelaskan nya, jika terkelola dengan benar, maka batik ini bisa dipasarkan di butik-butik batik ataupun toko-toko kain dengan harga Rp 100 ribu. "Dan untuk modal awal, kain , kelereng, tali dan lainnya, disimpulkan sekitar Rp 50 ribu," pungkasnya.