Konsultan Nasional-PID Kemendes PDTT, Lendy Wahyu Wibowo (kiri) saat mengunjungi stan inovasi desa yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Konsultan Nasional-PID Kemendes PDTT, Lendy Wahyu Wibowo (kiri) saat mengunjungi stan inovasi desa yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Upaya membangun Negara Indonesia melalui daerah pinggiran, kian kencang digelorakan. Salah satunya dengan mengoptimalkan program inovasi desa. Hingga tahun 2018 lalu tercatat sedikitnya sudah ada puluhan inovasi yang tersebar di beberapa desa yang ada di Kabupaten Malang.

”Tahun lalu (2018) sudah ada 62 inovasi desa yang tersebar di 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Sedangkan di tahun 2019 ini, targetnya minimal bisa meningkat sekitar 50 persen dari tahun lalu. Ya, setidaknya ada 100 desa lebih lah yang sudah memiliki dan mengembangkan program inovasi desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji saat ditemui di sela-sela agenda Bursa Inovasi Desa 2019.

Pihaknya menambahkan, program inovasi desa ini bertujuan untuk peningkatan kualitas terutama di sektor pengelolaan Dana Desa (DD). Dimana program inovasi desa ini sendiri, sudah berjalan sejak 3 tahun lalu. ”Pada tiga tahun pertama, program inovasi desa masih dibiayai oleh pemerintah pusat yakni melalui Kemendes (Kementrian Desa). Nantinya di tahun depan (2020) inovasi desa diharapkan bisa dibiayai melalui APBDes masing-masing, terutama melalui alokasi Dana Desa,” terang Suwadji saat ditemui MalangTIMES.com, Sabtu (10/8/2019).

Ketika ditanyakan besaran anggaran Dana Desa yang bakal dialirkan untuk inovasi Desa, Suwadji mengaku jika dirinya masih menunggu petunjuk teknis dari Kemendes. ”Besaran alokasi dana  untuk inovasi desa ini masih menunggu keputusan pusat, berapa prosentasenya juga masih belum ditentukan. Untuk sementara dana inovasi desa yang ada bakal di-cover sementara oleh Kemendes sebelum nantinya benar-benar bisa mandiri,” imbuh Suwadji.

Demi merealisasikan hal tersebut, pemerintah Kabupaten Malang sedang gencar melaksanakan berbagai upaya guna mewujudkan kemandirian desa. Salah satunya melalui Bursa Inovasi Desa (BID). ”Tahun ini Bursa Inovasi Desa dibagi menjadi 4 cluster (gugus/kelompok), harapannya para peserta bisa mendapat inspirasi atau bahkan meniru inovasi yang sudah ada di desa lain untuk diterapkan di desa masing-masing peserta,” ungkap Suwadji.

Sebagai informasi, cluster pertama diadakan pada tanggal 8 Agustus lalu. Dalam agenda BID yang diadakan di KOP Sae Pujon tersebut, dihadiri oleh 252 peserta dari 9 Kecamatan. Kecamatan tersebeut diantaranya meliputi wilayah Singosari, Pujon, Wagir, dan beberapa kecamatan lainnya.

Sedangkan untuk cluster 2 rencananya bakal diadakan pada hari Selasa (13/8/2019), di daerah Pasar Bululawang. Dalam agenda ini nantinya juga bakal dihadiri oleh ratusan peserta dari beberapa kecamatan. Diantaranya Kecamatan Bululawang, Tumpang, dan sekitarnya.

Lanjut, untuk cluster 3 dan 4 serentak diadakan hari ini (Sabtu 10/8/2019). Dimana pada cluster 4 diselenggarakan di wilayah Kecamatan Turen. Selain Kecamatan Turen itu sendiri, beberapa peserta dari Kecamatan Gedangan, Pagelaran, dan Bantur juga turut menghadiri agenda tersebut.

Terakhir, untuk cluster 3 diadakan di Pendapa Kabupaten Malang, yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen. Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, agenda tersebut diikuti sekitar 379 peserta dari 10 kecamatan yang meliputi Kecamatan Kalipare, Sumberpucung, Kromengan, Kepanjen, Wonosari, Ngajum, Pakisaji, Pagak, Gondanglegi, dan Donomulyo.

”Dengan adanya upaya ini, kami berharap inovasi desa yang sudah ada bisa semakin berkembang dan jumlahnya kian meningkat. Harapan kedepannya inovasi desa bisa dibiayai secara mandiri melalui alokasi dana desa. Dengan demikian kemandirian masyarakat khususnya di wilayah pinggiran bisa semakin sejahtera,” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load