Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian (tengah) saat menunjukkan olahan Soemawe Coffee hasil olahan KKN Unikama (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian (tengah) saat menunjukkan olahan Soemawe Coffee hasil olahan KKN Unikama (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) melakukan monitoring langsung jalannya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Unikama di tiga lokasi di Kabupaten Malang. Tiga lokasi tersebut yakni,  Sumbermanjing Wetan, Ringinkembar dan Harjokuncaran.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kelompok KKN di Sumbermanjing Wetan. Di sana, para mahasiswa menunjukkan produk-produk unggulan hasil kolaborasi mereka dengan warga desa setempat berupa kopi dengan inovasi rasa serta pengemasan yang lebih modern.

Kopi yang dulunya di sana dijual dengan apa adanya berkemasan plastik serta hanya dengan varian rasa original, disulap oleh para mahasiswa menjadi lebih menarik lagi dengan kemasan yang modern dan diberi nama Soemawe Coffee.

Selain disulap dengan kemasan yang lebih modern, Soemawe Coffee dikreasikan dan dipadukan dengan varian rasa lain, seperti coklat maupun vanilla latte. Dari situ, apa yang dilakukan oleh mahasiswa unikama tersebut banyak mendapatkan apresiasi masyarakat.

"Kita sudah melakukan penyuluhan mengenai kopi agar lebih berkembang. Dulunya warga menjualnya hanya dengan kemasan plastik biasa dan dengan satu varian rasa original saja, namun disini dikembangkan dengan packaging yang menarik dan dengan varian rasa coklat maupun vanila ," ungkap Sukma Riski Lesatari Kordinator Desa Sumawe.

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian, mengungkapkan, jika pihaknya mengatakan agar nantinya apa yang ditinggalkan oleh  mahasiswa, baik itu karya atau produk lainnya, bisa terdapat Keberlanjutan yang itu memiliki dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.

Dalam KKN, persoalan klasik yang biasanya terjadi adalah mengenai Keberlanjutan sebuah program kerja yang kadang memang berhenti. Sehingga perlu untuk bagaimana caranya membuat masyarakat sekitar terus bergeliat dengan potensi yang ada di Sumawe untuk peningkatan taraf ekonomi.

"Diharapkan tidak berhenti di sini. Ada keberlanjutan dari masyarakat, dari dosen maupun mahasiswa, sehingga bisa menjadi sebuah desa binaan yang bisa terus berkembang. Itu yang kami harapkan," bebernya.

Sementara, Kepala Desa Sumbermanjing Wetan, Sujono mengungkapkan, dengan adanya pengembangan yang dilakukan oleh KKN Unikama, hal ini tentunya bisa lebih mengembangkan industri kopi di Sumawe.

"Kami sangat berterima kasih, adanya KKN Unikama memberikan perubahan nilai ekonomis, jika dulu pengemasan hanya biasa saja, kali ini lebih modern," jelasnya

Pihaknya juga berharap, agar kedepannya Unikama kembali mengadakan pelatihan-pelatihan, baik itu keterampilan atau hal lainnya, agar membantu masyarakat untuk lebih bergeliat dalam industri yang memang sedang berkembang di sekitarnya.

 

End of content

No more pages to load