Beberapa orang saat menata beras di Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Beberapa orang saat menata beras di Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Puncak kemarau diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada bulan Agustus. Tentunya hal ini menjadi perhatian bagi Pemkot Batu terlebih dengan ketersedian kebutuhan pangan, khususnya beras.

Pemkot Batu melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu telah menyiapkan 28 ton beras. Ketersedian beras ini khusus dipersiapkan jika terjadi hal yang darurat.

“Puncak musim kemarau diperkirakan  BMKG jatuh pada Agustus 2019. Kami pastikan kebutuhan stok khususnya beras aman,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu, Wiwik Nuryati.

28 ton stok beras itu terdapat di gudang milik Pemkot Batu yany berada di Jalan Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Setiap bulannya Pemkot telah mempersiapkan kebutuhan stok beras.

“Sedangkan untuk kebutuhan beras ini, kami menyiapkan 336 ton. Jumlah itu untuk satu tahun ini, tahun 2019,” imbuhnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini Kota Batu belum pernah mengalami kekurangan kebutuhan selama musim kemarau. Sebab hal seperti ini sudah menjadi perhatian khusus. 

Hanya saja jika di Kota Batu tidak ada bencana kelaparan atau kekurangan pangan. Sehingga stok tersebut akan diberikan kepada keluarga kurang mampu.

“Jika tidak terjadi bencana di Kota Batu, kita akan berikan kepada mereka yang kurang mampu,” tambah warga Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo ini.

Sedang jumlah keluarga kurang mampu di Kota Batu tercatat ada 2762 keluarga kurang mampu. Setiap bulannya, setiap keluarga itu akan mendapatkan 10 kilogram beras.

Namun saat terjadi bencana, misalnya kebakaran rumah bantuan pangan harus menunggu SK dari Wali Kota. “Setelah itu korban bencana bisa mendapat beras. Tapi selama ini masih tercover Dinas Sosial,” tutupnya.