Rendri Candra Irawan alias Bendot tersangka beserta barang bukti pencurian saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Rendri Candra Irawan alias Bendot tersangka beserta barang bukti pencurian saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Upaya pelarian tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor akhirnya berakhir. Setelah sempat kabur selama setahun lebih, Rendri Candra Irawan alias Bendot warga Dusun Sidomarto, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading akhirnya berhasil diringkus polisi, Jumat (9/8/2019) tengah malam.

”Tersangka Bendot ini sempat kabur ke Papua guna melarikan diri dari tangkapan polisi. Setetelah mendapat kabar kepulangannya, petugas langsung dikerahkan untuk mengamankan pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi, Sabtu (10/8/2019).

Diperoleh keterangan, aksi pencurian kendaraan bermotor ini terjadi pada 23 Januari 2018 lalu. Ketika beraksi Bendot tidak sendirian, melainkan bersama dengan seorang temannya yang diketahui bernama Budi Harianto alias Yanto, warga Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading.

Semula komplotan ini sempat berkeliling ke wilayah Kecamatan Turen untuk mencari mangsa. Hingga akhirnya, ketika melintas di depan halte bus Pindad, Kelurahan/Kecamatan Turen. Kedua pelaku mendapati sepeda motor milik Solikin warga Jalan Kendedes, Desa Undaan, Kecamatan Turen sedang terparkir di depan halte bus tersebut.

”Dari penuturan korban, saat kejadian pencurian berlangsung dirinya sedang makan mie pangsit di sekitar lokasi kejadian,” terang Soleh kepada MalangTIMES.com.

Mengetahui jika sang pemilik sedang terlena lantaran menikmati semangkuk mie pangsit. Kedua tersangka akhirnya sepakat untuk mencuri kendaraan korban. Ketika itu, tersangka Bendot bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan temannya yakni Yanto bertugas mengamati situasi di sekitar lokasi kejadian. 

”Dengan bermodalkan kunci palsu, tersangka Bendot berhasil membawa kabur kendaraan milik korban,” sambung Soleh.

Usai makan mie pangsit, korban mendapati kendaraannya sudah tidak ada di tempat semula. Merasa baru saja menjadi sasaran pencurian, pria 39 tahun itu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, anggota Unit Reskrim Polsek Turen langsung dikerahkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan. Hasilnya, sesaat setelah melancarkan aksinya, tersangka Yanto beserta barang bukti motor Beat hasil curian dan motor Satria FU yang dijadikan sarana mencuri berhasil diamankan polisi. 

Sedangkan pelaku lainnya, yakni Bendot memilih kabur ke Papua setelah mengetahui jika temannya sudah diamankan polisi.

Berselang sekitar 1,5 tahun kemudian, polisi mendapat kabar jika tersangka Bendot sudah kembali ke rumahnya, Jumat (9/8/2019). Tanpa menunggu lama, anggota korps berseragam coklat ini langsung mengamankan pria 27 tahun tersebut, ketika yang bersangkuan sedang nongkrong di warung kopi yang tidak jauh dari kediamannya.

”Ketika diamankan petugas, tersangka tidak melakukan perlawanan dan mengakui jika dirinya memang pelaku pencurian di halte bus pindad bersama dengan tersangka Yanto,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polsek Dampit ini.

Soleh mengaku jika hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Disinyalir, komplotan ini sudah sering melancarkan aksi pencurian di beberapa lokasi yang berbeda. ”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian kendaraan bemotor (Curanmor),” pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load