Manasik Haji SD Islam Aswaja. (Foto: Humas)
Manasik Haji SD Islam Aswaja. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Penguatan pendidikan karakter (PPK) kini menjadi satu di antara program prioritas nasional. 

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimplementasikan penguatan karakter penerus bangsa melalui gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Terdapat lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK; yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan.

Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi.

Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain.

Implementasi nilai karakter religius dilakukan oleh SD Islam Aswaja Malang melalui kegiatan Manasik Haji yang diikuti puluhan siswa beberapa waktu yang lalu.

Manasik haji ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena setelah melaksanakan manasik haji, mereka dapat memahami hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada saat melakukan ibadah haji nantinya.

“Manasik haji merupakan kegiatan yang rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk melatih dan mememberikan gambaran secara nyata tahapan prosesi pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya itu seperti apa," ujar Kepala SD Islam Aswaja, Husni Zulkarnain SPdI.

Dalam manasik haji tersebut, miniatur Ka'bah diletakkan di tengah-tengah lapangan serba guna SD Islam Aswaja.

Tahapan demi tahapan manasik haji yang dijalankanpun sama persis dengan prosesi ibadah haji yang sesungguhnya.

Diawali dengan pemakaian ihram serta membaca niat, dilanjutkan dengan tawaf mengelilingi ka’bah di halaman sekolah.

Usai melaksanakan sa’i dari bukit shafa menuju marwah, jamaah haji yang notabene merupakan siswa-siswi SD Islam Aswaja didampingi dengan guru kelasnya masing-masing melaksanakan wukuf di arofah yang bertempat di halaman parkir sekolah sebagai miniatur Arofah.

Mereka juga mendengarkan khutbah Arofah yang disampaikan secara langsung oleh Kepala SD Islam Aswaja Husni Zulkarnain SPdI.

Jamaah manasik haji kemudian melanjutkan prosesi mabid (bermalam) di Mina dan Muzdalifah. Dirangkai dengan melaksanakan tahapan manasik haji yang kesembilan yakni lempar jumroh.

Kegiatan Manasik Haji SD Islam Aswaja ini ditutup dengan prosesi tawaf wada’ (tawaf perpisahan), serta shalat sunnah dua rakaat.

Sebelumnya, secara simbolis jamaah manasik haji melaksanakan pemotongan hewan kurban disertai pemotongan rambut kepada seluruh peserta didik (tahallul).

"Kegiatan manasik haji ini sekaligus sebagai media meningkatkan kualitas akhlak anak didik di SDI Aswaja, yang mana prosesi manasik haji memiliki pesan moral yang sangat luar biasa bagi peningkatan ketaatan pada sang Kholiq, yang pada akhirnya nanti anak didik dapat pula taat pada aturan sekolah, taat pada guru, taat pada orang tua, serta kelak bermanfaat bagi sesama," pungkas Husni.