Perwakilan Kemendes PDTT RI, Lendy Wahyu Wibowo saat memberikan sambutan dalam BID Cluster 3 di pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen (Nana)

Perwakilan Kemendes PDTT RI, Lendy Wahyu Wibowo saat memberikan sambutan dalam BID Cluster 3 di pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen (Nana)



MALANGTIMES - Bursa Inovasi Desa (BID) 2019 kembali digelar di Kabupaten Malang. Melalui sistem cluster, tidak seperti di tahun lalu, BID 2019 tetap membuat berbagai kalangan mengacungkan jempol dan memberikan apresiasinya.

Tak terkecuali dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI yang memberikan apresiasi tinggi atas digelarnya BID di Cluster 3 yang diikuti oleh 10 kecamatan di Kabupaten Malang.

Melalui Konsultan Nasional-PID Kemendes PDTT, Lendy Wahyu Wibowo, apresiasi pelaksanan BID Kabupaten Malang disampaikan secara terbuka. Dimana, Lendy menyatakan, bahwa kekuatan Kabupaten Malang dalam BID ada dalam pengorganisasian pelaku dan keberanian memproduksi inovasi.

"Sejak 2017 sampai 2018, Kabupaten Malang memiliki kelebihan dalam BID dalam pengorganisasian pelaku. Dari tingkat desa sampai kecamatan secara kelembagaan," kata Lendy, Sabtu (10/08/2019) kepada MalangTIMES.

Selain sumber daya manusia (SDM) yang dianggap unggul, kelebihan lain Kabupaten Malang dalam program inovasi desa (PID) adalah keberanian memproduksi berbagai inovasi yang ada di seluruh desa.
"Kabupaten Malang memiliki keberanian untuk menampilkan narasi inovasi. Ini kelebihan yang dimiliki Malang sampai saat ini," ujar Lendy.

Seperti diketahui, BID Cluster 2019 yang digelar di Pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen, diikuti oleh 10 kecamatan. Yakni, Kalipare, Sumberpucung, Kromengan, Kepanjen, Wonosari, Ngajum, Pakisaji, Pagak, Gondanglegi, dan Donomulyo. Dengan peserta sekitar 379 orang dari perwakilan seluruh desa di 10 kecamatan.

Menampilkan sekitar 70 inovasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang, ratusan peserta dari desa nantinya akan saling bertukar pengalaman baik dalam inovasi desa. Serta melakukan belanja inovasi yang diusung dalam BID untuk dilakukan replikasi di berbagai desa sesuai dengan potensi yang ada. Dimana inovasi desa digolongkan menjadi tiga ranah, yaitu terkait sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi.

Lendy mengatakan ulang, puluhan inovasi yang diproduksi oleh desa dan ditampilkan dalam BID Cluster 3 Kabupaten Malang, sangat variatif dan tentunya inovatif.
Sehingga dirinya mengapresiasi BID yang kembali digelar untuk ketiga kalinya di Kabupaten Malang. "Sekali lagi kekuatan Kabupaten Malang adalah pengorganisasian kelembagaannya sangat baik. Serta pelaku punya kepercayaan diri tinggi menampilkan narasi inovasi," ujarnya.

Disinggung harapan dari Kemendes PDTT terkait BID Cluster 3 di Pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen. Lendy menyampaikan, para pelaku di Kabupaten Malang mau juga belajar berbagai inovasi dari luar daerahnya. Sehingga akan tercipta keseimbangan dalam menerapkan berbagai inovasi yang telah ada.

"Biar seimbang, satu sisi membuka diri dan lainnya memproduksi inovasi. Kabupaten Malang unggul dalam memproduksi dan akan semakin kuat bila mau juga belajar di luar daerahnya," ujar Lendy yang mengakhiri pembicaraan dengan harapan besar bahwa Kabupaten Malang akan jadi barometer inovasi di tingkat nasional.

End of content

No more pages to load