Akhmad Sulaiman alias Riski (kanan), tersangka pencurian, saat dimintai keterangan oleh polisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Akhmad Sulaiman alias Riski (kanan), tersangka pencurian, saat dimintai keterangan oleh polisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



MALANGTIMES - Motif pencuri spesialis handphone akhirnya terungkap. Pelaku  Akhmad Sulaiman alias Riski, warga Perum Tambakasri Permai, Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, nekat melancarkan aksi pencurian di tiga lokasi yang berbeda lantaran butuh uang untuk bermain game.

Seperti yang sudah diberitakan, remaja 16 tahun ini diamankan polisi setelah terbukti melakukan pencurian handphone dan uang senilai Rp 50 ribu milik tetangganya sendiri, Ngateman, Minggu (4/8/2019).

Riski melancarkan aksinya saat kondisi rumah korban sedang sepi. Sebab, saat kejadian berlangsung, kakek 74 tahun itu sedang pergi ke masjid untuk salat Isya berjamaah.

Berawal dari kasus inilah, Unit Reskrim Polsek Tajinan langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menyimpulkan tersangkanya mengarah ke Riski yang kemudian diamankan petugas, Kamis (8/8/2019).

”Kasus pencurian ini sudah dilimpahkan ke UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang. Dari hasil penyidikan sementara, selain mencuri handphone di tiga lokasi yang berbeda, pelaku yang masih dibawah umur ini juga pernah melakukan pencurian sejumlah uang di beberapa TKP lainnya. Kasusnya masih dalam tahap pengembangan,” kata Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang Ipda Yulistiana Sri Iriana, Jumat (9/8/2019).

Dari hasil penyidikan sementara, lanjut Yulistiana, selain mengasak handphone di rumah tetangganya, pelaku  juga sempat mencuri handphone di dua konter yang berlokasi di Jalan Raya Tambakasri, Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan. ”Barang hasil pencurian berupa handphone tersebut langsung dijual tersangka melalui Facebook,” terang Yulistiana kepada MalangTIMES.com.

Ditemui disaat bersamaan, tersangka Riski mengaku jika ketika mencuri, dirinya hanya sendirian. Sedangkan aksi pencurian handphone  diakuinya sudah terjadi sejak awal Juli lalu.

”Uang hasil pencurian handphone itu saya gunakan untuk main game dan beli jajan. Jika uangnya masih sisa, biasanya juga saya gunakan untuk mentraktir teman,” ungkap Riski saat dimintai keterangan di hadapan penyidik.

Lantaran sudah kecanduan bermain game, tersangka juga mengaku jika dirinya pernah mencuri uang milik orang tuanya. ”Dulu pernah ambil uang milik ayah untuk main game dan jajan. Sekarang saya sudah kapok mencuri,” ujar Riski dengan nada lirih.

 

End of content

No more pages to load