Lurah Tulusrejo Nina Sudiarty (paling kiri) didampingi Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) saat menghadiri pemaparan lomba kelurahan nasional di gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Jakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang)

Lurah Tulusrejo Nina Sudiarty (paling kiri) didampingi Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) saat menghadiri pemaparan lomba kelurahan nasional di gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Jakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang)



MALANGTIMES - Usai meraih gelar KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif beberapa waktu lalu, Kota Malang kali ini tengah bersaing melalui Kelurahan Tulusrejo di ajang lomba kelurahan nasional untuk memperebutkan piala Upakarya Wanua Nugraha.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimistis bakal menjuarai Lomba Kelurahan Nasional 2019 Regional II. Terlebih, sebelumnya di ajang yang sama beberapa kelurahan telah mengharumkan nama Kota Malang. Diantaranya, Kelurahan Tlogomas tahun 2014, Kelurahan Kasin 2015 dan Kelurahan Sawojajar tahun 2017 sebagai kelurahan terbaik nasional.

Lurah Tulusrejo Nina Sudiarty menyatakan, di ajang perlombaan ini pihaknya mengambil tema 'Proud to be an Extraordinary Tulusrejo', dimana capaian inovasi Gang Kebangsaan dengan komunitas jumini (anak-anak) dan jumila (lansia) yang kompak gotong royong dalam menjaga lingkungannya lebih baik dan mandiri yang menjadi unggulan.

“ini adalah salah satu kampung andalan saya, yaitu kampung kebangsaan, dulu ini kampung kumuh. Setelah 3 tahun, saya menyepakati dengan tokoh masyarakat, BKM, LPMK dan disana swadaya terbesar masyarakat yang sekarang mencapai Rp 250 juta tanpa APBD Kota Malang” katanya saat memaparkan inovasi dihadapan dewan juri, Kamis (8/8).

Di ajang ini, Kota Malang masuk dalam regional II dimana terdiri dari pemerintah daerah di Jawa dan Bali. Yakni, Kelurahan Mangkubumen Kota Surakarta Jateng, Kelurahan Cokrodiningraton Kota Yogyakarta DIY, Kelurahan Babakan Kota Tangerang Banten dan Kelurahan Semarapura tengah Kabupaten Klungkung Bali.

Tak hanya itu, pemaparan inovasi lainnya mengenai inovasi penunjang ekonomi kreatif juga disampaikan. Yaitu, inovasi Bantaran Barat Mart (BBM) dari RW 16, di mana mini market ini dikelola oleh koperasi setempat untuk menampung pelaku usaha, mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya wilayah Kelurahan Tulusrejo. 

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji dalam kesempatan tersebut menyampaikan sinergi pentahelik dalam membangun Kota Malang. Bagaimana pentingnya penguatan kelembagaan kelurahan untuk mendorong kreativitasnya.

Ia berpesan melalui perlombaan tersebut, pemerintah desa atau kelurahan dapat mengoptimalkan dan mengevaluasi potensi yang dimiliki wilayahnya. Sehingga tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien dapat tercapai. Terlebih dalam peningkatan kualiitas hidup masyarakat desa dan kelurahan, baik pada aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, kebudayaan maupun kemasyarakatan.

“Apa artinya lomba kalau tidak ada tindak lanjut, sehingga apa yang didapat disini evaluasi dari panjengan semua, catatan bagi kami. Sehingga kedepan catatan-catatan yang belum kami lakukan akan kita tindak lanjuti. Hari ini kami datang untuk belajar, kedepan itu yang harus kita tindak lanjuti dan kami harus lebih baik dari hari ini” pungkasnya.

End of content

No more pages to load