Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna bersama Kanit Resmob Polres Malang Kota Iptu Sugeng Iriyanto (kiri) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna bersama Kanit Resmob Polres Malang Kota Iptu Sugeng Iriyanto (kiri) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kasus perampokan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, saat ini masih terus dalam pendalaman Polres Malang Kota. Pihak Kepolisian, saat ini tengah melakukan pengecekan data-data residivis kasus pembobolan yang ditengarai bisa saja kembali beraksi.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, menjelaskan mengenai kasus tersebut, jika saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman. Pihaknya telah memeriksa saksi-saksi dan terus melakukan pendalaman.

"Langkah-langkah yang kami lakukan yaitu mengecek data-data pelaku dan residivis sebelumnya yang memang ada kaitannya dengan tindak pidana pembobolan. Karena memang disini yang ditarget adalah Kantor Dinkes yang memang diduga para pelaku ini mencari uang yang tersimpan di dalam kantor tersebut," bebernya

Sebab, dilanjutkannya, pada prakteknya beberapa alat elektronik yang ada di kantor tersebut, seperti laptop handphone tidak diambil oleh pelaku. Pelaku juga membobol sejumlah ruangan yang mereka duga terdapat sejumlah uang.

"Tetapi yang kami ketahui fakta di lapangan, secara randem para pelaku ini melakukannya secara acak. Saksi-saksi yang sudah diperiksa yaitu, saksi korban, Pak Agus yang sedang berjaga atau security, sama petugas kebersihan lingkungan saja yang memang setiap malam tinggalnya di sana. Sehingga hingga dengan saat ini masih kami lakukan penyelidikan untuk para pelaku," jelasnya

Mengenai apakah ada sidik jari yang ditemukan di lokasi kejadian, Kasat Reskrim menjelaskan, jika pihaknya belum mendapakan sidik jari yang diduga milik para pelaku tercecer di lokasi kejadian. Selain itu, mengenai informasi adanya pelaku yang membawa senjata api, dijelaskan Kasat jika sesuai keterangan korban, pelaku memang menodongkan senjata api.

"Pelaku memang beraksi dengan menggunakan mobil plat merah. Tetapi masih kami dalami apakah hal itu memang digunakan hanya untuk kamuflase atau teknik menghilangkan jejak atau pun memang benar-benar kendaraan berplat merah," pungkasnya

Sebelumnya, Kantor Dinkes Kota Malang, disatroni oleh empat pelaku perampokan. Di situ pelaku sempat menyekap seorang Satpam dan juga empat orang lainnya. Pelaku membobol sejumlah ruangan, seperti ruangan kepala dinas, ruang keuangan, ruang koperasi dan ruang p2. Uang sejumlah Rp 3,5 juta dan sebuah hp milik Satpam dibawa kabur pelaku.

End of content

No more pages to load