Kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan Kepala OJK Malang . (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kegiatan pelantikan dan serah terima jabatan Kepala OJK Malang . (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang resmi berpindah ke tangan Sugiarto Kasmuri, hari ini (9/8/2019). Pekerjaan rumah yang langsung ditangani yakni soal besarnya angka Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet yang masih cukup tinggi. Yakni di atas ambang 5 persen yang ditetapkan pusat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkapkan bahwa tingginya kredit macet membutuhkan solusi khusus. "Saya memperhatikan dengan sungguh-sungguh tingkat NPL bank umum konvensional maupun NPF perbankan syariah wilayah kerja Kantor OJK Malang yang relatif cukup tinggi per Juni 2019, yaitu sebesar 5,26 persen (bank umum) dan 5,57 persen (bank syariah) atau di atas ambang 5 persen sesuai ketentuan," ujarnya.

Heru menekankan bahwa tingginya pertumbuhan penyaluran kredit dimaksud harus tetap didukung prinsip-prinsip pemberian kredit yang sehat. Artinya, angka NPL harus diupayakan lebih rendah atau maksimal 5 persen saja dari total kredit yang disalurkan. "Sehingga, ke depan pertumbuhan kredit ini benar-benar bermakna bagi pembangunan daerah dan pemenuhan kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menerangkan bahwa saat ini, nilai kredit di wilayah kerjanya dianggap sudah cukup tinggi. Yakni menyentuh agregat Rp 40 triliun. Dia mengakui, penurunan angka NPL di Malang kini menjadi salah satu tantangan untuk OJK. "Sebenarnya NPL 5 persen itu tidak terlalu jelek, tetapi masih harus diturunkan sedikit," ungkapnya.

Sugiarto menyebut, penurunan persentase kredit macet itu juga sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memacu industri jasa keuangan tumbuh lebih sehat. Untuk menekan mandegnya pembayaran kredit, pihaknya bakal melakukan identifikasi masalah. "Setelah identifikasi, harapannya kita bisa segera mengambil langkah untuk melakukan semacam perbaikan ke depan. Sehingga industri keuangan di Malang stabil, ekonomi tumbuh baik," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji berharap adanya penguatan eksistensi dan peran kantor OJK di daerah dalam rangka membuat masyarakat semakin melek dan cerdas keuangan. "Saya berharap OJK mampu menjadi pusat informasi dan pengaduan masyarakat selaku konsumen layanan jasa keuangan, sehingga masyarakat lebih memahami terkait dengan jasa keuangan," ungkapnya saat memberikan sambutan.