Ilustrasi hubungan Jokowi dan Surya Paloh

Ilustrasi hubungan Jokowi dan Surya Paloh



MALANGTIMES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan jumlah kursi menteri jilid II-nya. Yakni, sejumlah 34 kursi yang nantinya akan diisi oleh kalangan partai politik (parpol) dan profesional.

Walau Jokowi menyebut jumlah kursi menterinya nanti, dirinya belum secara terbuka menyampaikan siapa saja yang akan mendudukinya. Baik dari kalangan parpol pengusungnya maupun dari unsur profesional atau di luar parpol.

Hal ini pula yang membuat berbagai kalangan ramai memperbincangkannya. Apalagi dengan berbagai "manuver" partai Gerindra melalui Ketua Umum-nya Prabowo Subianto. Dimana beberapa parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf pun dibuat cemas. Sehingga melahirkan juga berbagai "manuver" lainnya yang meramaikan jagad politik Indonesia.

Partai NasDem, misalnya, yang secara terbuka memperlihatkan sinyal kuat atas hal tersebut. Berbagai pertemuan yang diinisiasi oleh NasDem sempat membuat banyak kalangan menduga-duga terkait persoalan kursi menteri jilid II Jokowi ini.

Walau Surya Paloh Ketua Umum NasDem secara lugas menyampaikan, bahwa pihaknya tidak pernah meminta-minta jatah kursi menteri. Tapi beberapa manuvernya membuat banyak pihak menduga-duga.

"Nasdem nggak pernah minta-minta. Saya tegaskan bahwa NasDem nggak pernah minta-minta," ucap Surya Paloh. 

Dirinya juga mengatakan, bahwa terkait kursi menteri merupakan hak prerogatif presiden. "Jadi tergantung Pak Presiden saja. Dia perlukan NasDem boleh, enggak diperlukan juga nggak apa-apa," ujarnya.

Surya Paloh juga menegaskan, baginya dapat atau tidaknya jatah kursi di pemerintahan jilid II Jokowi, tidak akan menyurutkan niat partainya untuk tetap berada di koalisi selama lima tahun mendatang.

Terkait semakin kuatnya isu Gerindra akan juga mendapat jatah kursi menteri, Paloh juga tetap yakin atas soliditas parpol koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf. "Saya pikir dan yakin sampai saat ini tetap terjaga secara baik," ucapnya.

Seperti diketahui, Jokowi pun melayangkan pernyataan terkait siapa atau parpol mana saja nanti yang akan mengisi kursi para pembantunya ke depan, belum dibicarakan secara khusus. 
"Sampai saat ini belum ketemu ketua-ketua partai koalisi. Kalau ketemu kita akan bicara tambahan koalisi misalnya, tambahan menteri," ujarnya. 

Pun terkait kemungkinan Gerindra masuk dalam kabinetnya nanti, Jokowi pun secara pribadi membuka peluang untuk bergabung ke pemerintahannya. "Politik kan semua serba mungkin, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Kan kita belum ketemu ketua-ketua parpol koalisi," pungkas Jokowi.

End of content

No more pages to load