Workshop dan Pendampingan Penulisan Proposal dan Abdimas Hibah Dikti yang digelar Universitas Kanjuruhan Malang (foto: Unikama for MalangTIMES)

Workshop dan Pendampingan Penulisan Proposal dan Abdimas Hibah Dikti yang digelar Universitas Kanjuruhan Malang (foto: Unikama for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus melangkah untuk maju menjadi universitas yang semakin terdepan. Hal itu dilakukan salah satunya dengan mendorong dan melakukan pendampingan para dosennya untuk bisa membuat proposal penelitian hibah Kemenristek Dikti yang memiliki kualitas.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unikama, Dr Sudiyono, M.Pd menjelaskan, pendampingan tersebut dilakukan dengan mengadakan Workshop dan Pendampingan Penulisan Proposal dan Abdimas Hibah Dikti di salah satu hotel di Kota Batu selama dua hari, mulai tanggal 6 Agustus 2019 hingga 7 Agustus 2019.

"Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 76 Dosen Unikama. Ya tujuannya meningkatkan kemampuan dosen dalam membuat proposal penelitian. Terutama untuk menyelaraskan proposal yang dibuat dengan panduan penelitian dari Kemenristek Dikti yang sudah direvisi," bebernya.

Pendampingan ini, dijelaskan Sudiyono lebih lanjut, didampingi oleh para reviewer internal Unikama mulai dari proses perencananan penyusunan proposal hingga finalisasi proposal agar proposal yang dibuat benar-benar berkualitas.

"Untuk pematerinya dari internal Unikama, nggak ada dari luar. Kalau kita (dosen) dikumpulkan begitu kan bisa saling berkoordinasi, saling sharing, saling memberi informasi," ungkapnya.

Mengenai kendala dalam pembuatan proposal yang dialami para dosen, Sudiyono menyampaikan, jika ternyata ada beberapa dosen yang belum memahami mengenai  hal-hal yang bersifat teknis bagaimana proposal yang dikehendaki oleh Kemenristek Dikti.

"Perlu penyelarasan, karena banyak ketentuan baru yang memerlukan kejelian dan ketelitian dalam mengembangkan proposal. Plafon anggaran penelitian dari Dikti cukup besar. Namun kita belum mampu menyerap secara maksimal. Kita harus berkompetisi, dengan PT negeri maupun swasta di seluruh Indonesia," terang Sudiyono.

Terahkir pihaknya menyampaikan, agar setelah kegiatan workshop, semangat para dosen bisa semakin bergelora dan bisa bangkit dalam melakukan penelitian maupun studi ilmiah. Sebab, penelitian dan publikasi, saat ini menjadi bagian integral dan kewajiban dari masing-masing dosen. Hal itu juga berpengaruh dengan karir dari para dosen.

"Kompetisinya betul-betul secara kualitas, sangat ditentukan dengan kualitas proposal yang dibuat masing-masing dosen," pungkasnya.

Perlu diketahui, tahun 2018, Unikama berhasil meloloskan 12 judul proposal penelitian yang mendapatkan dana penelitian dari Kemenristek Dikti. Dan pendanaan tersebut, dilakukan pada tahun 2019. Untuk kedepan, LPPM Unikama yakin jika akan semakin banyak judul proposal penelitian yang akan lolos bersaing dengan proposal dari PT lain di seluruh Indonesia.

End of content

No more pages to load