Hari Sasongko Ketua DPRD Kabupaten Malang (Foto : Nana/MalangTIMES)
Hari Sasongko Ketua DPRD Kabupaten Malang (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak semua warga di Kabupaten Malang mengetahui jalan keluar untuk berbagai keluhan yang dialami terkait pelayanan air bersih oleh Peruma Tirta Kanjuruhan (PDAM Kabupaten Malang).

Pergantian nama perusahaan daerah ini sebenarnya diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang dengan berbagai unit usaha yang dikelolanya seperti yang diinginkan Plt Bupati Malang Sanusi.

Sayangnya, harapan besar Sanusi kepada Perumda Tirta Kanjuruhan yakni menyelaraskan kepentingan pelayanan dengan profit oriented, masih belum terlihat. 

Buktinya, komplain masyarakat masih terus terjadi di tahun 2019 kepada Perumda yang dipimpin oleh Syamsul Hadi ini.

Warga yang memiliki hak mendapatkan pelayanan dari Pemkab Malang terkait air bersih, kerap saat bertemu persoalan buruknya layanan juga tidak berkutik. 

Bahkan, untuk melakukan aduan pun, masih banyak yang belum berani menyampaikannya ke pihak terkait.

Kondisi inilah yang membuat DPRD Kabupaten Malang sebagai perwakilan masyarakat pun bereaksi. 

"Silakan datang dan adukan kepada kami. Bawa bukti-bukti yang ada kepada kami. Biar kami yang membicarakannya," kata Hari Sasongko Ketua DPRD Kabupaten Malang, Rabu (07/08/2019) kepada MalangTIMES.

Politikus PDI-Perjuangan ini juga menegaskan, bila warga yang dirugikan terkait pelayanan Perumda Tirta Kanjuruhan, dan tidak mendapat tanggapan cepat baik di tingkat UPT maupun Perumda itu sendiri, bisa mengadukan ke gedung rakyat.

"Kalau memang tidak ada tanggapan dan argumentasi bahwa kewajiban bayar tidak sesuai dengan pemakaian, tidak ada respons, biar kami yang bicara ke sana (Perumda Tirta Kanjuruhan," ujar Hari.

Bukan hanya persoalan tagihan yang tiba-tiba membengkak dan membuat shock warga saja, lanjut Hari, segala keluhan atas pelayanan yang ada dan diselenggarakan Pemkab Malang, bisa diadukan ke DPRD.

Terkait, persoalan Ida Rochani warga Karangploso, Hari menyampaikan bahwa warga bisa cek struk tagihan maupun meteran yang ada. 

Seandainya ada kerusakan di meteran yang membuat pembengkakan tagihan bayar, maka laporkan kepada petugas.

"Mereka wajib melayani kalau ada laporan itu. Selain itu struk itu kan berbunyi juga. Bila bulan kemarin bayar segitu, tiba-tiba naik drastis di bulan berikutnya, warga bisa sampaikan keberatan," ungkapnya.

Hari juga berjanji akan melayani masyarakat dengan mencarikan solusi atas keluhan-keluhan tersebut. "Bawa saja itu data-data yang sesuai fakta ke kami. Biar kami yang nanti bicarakan itu," pungkasnya.