Dari kiri Ketua AKKOPSI Syarif Fasha, Plt Bupati Kabupaten Malang Sanusi, kepala DPKPCK Wahyu Hidayat, dan Kepada Desa Pujon Kidul Udi Hartoko saat berkeliling di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. (Foto: Irsya Richa/Mal

Dari kiri Ketua AKKOPSI Syarif Fasha, Plt Bupati Kabupaten Malang Sanusi, kepala DPKPCK Wahyu Hidayat, dan Kepada Desa Pujon Kidul Udi Hartoko saat berkeliling di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. (Foto: Irsya Richa/Mal


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Gabungan sanitasi dan pariwisata mampu diwujudkan oleh Cafe Sawah di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Hal ini disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata, Reza Fahlevi dalam Advocacy Horizontal Learning (AHL) sebagai agenda tahunan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Kamis (8/8/2019). 

“Desa ini mampu menata tempat ini, kontribusi pengembangan wisata di sini semakin mempesona di Indonesia,” kata Reza. 

Ditambah dengan adanya kawasan sanitasi, hal paling diperhatikan dalam kawasan pariwisata ini mampu memikat wisatawan yang hadir. “Sanitasi di sini ada. Ini perlu dicontoh daerah lain,” imbuhnya.

Ya di Cafe Sawah ini seperti toilet atau MCK yang bersih dan memadai. Selain itu, estetika dan kebersihan sekitar juga terus diperhatikan. 

Di antaranya  penempatan tempat sampah, IPAL, hingga pengelolaan sampah yang disendirikan.  Kemudian area tempat sampah tersebar di berbagai sudut wisata Cafe Sawah. 

Ia menjelaskan, ditambah dengan hadirnya destinasi salah satunya semakin banyak atraksi semakin banyak wisatawan menginap lebih lama di Kabupaten Malang. Dengan demikian akan semakin banyak wisatawan yang akan mengeluarkan uang. 

“Kabupaten Malang banyak destinasi ditambah destinasi semakin banyak atraksi semakin banyak long of stay akan sebanyak uang yang dihabiskan di Indonesia,” ucap Reza.

Melalui event inilah para kepala daerah berkomitmen melakukan sinergitas pariwisata dan sanitasi. Sebab sanitasi sebagai bagian tak terpisahkan dalam pengembangan sektor pariwisata.

“Baik dari segi pengelolaan air limbah, persampahan dan pemenuhan akses air bersih,” tutupnya.

End of content

No more pages to load