Plt Bupati Malang Sanusi (batik hijau kiri) bersama rombongan saat meninjau sayuran di kawasan Desa Wisata Pujon Kidul (Irsya Richa/MalangTIMES)
Plt Bupati Malang Sanusi (batik hijau kiri) bersama rombongan saat meninjau sayuran di kawasan Desa Wisata Pujon Kidul (Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjadi referensi sebagai wisata sanitasi, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang patut berbangga. Terlebih, areanya dijadikan sebagai tempat digelarnya Advocacy Horizontal Learning (AHL) yang dihadiri Wali Kota dan Bupati dalam Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI).

Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko mengatakan potensi ini menjadi suatu konsep pengembangan desa wisata dengan menyinergikan antara pengelola wisata dengan Pemerintah Kabupaten Malang.

"Tentunya ini tidak terwujud jika tanpa sinergitas antara pengelola dan Pemkab Malang. Kami di sini juga memiliki 2 IPAL, baik dari hibah dan dari pengelola masyarakat. Semuanya diberikan untuk menunjang kebutuhan masyarakat dan wisata," ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan ini ia juga mengenalkan sembilan unit usaha lain yang dibentuk melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMD). Di antaranya, pengelolaan air bersih, unit keuangan, cafe sawah, unit wisata desa, unit parkir desa, unit pengolahan sampah, unit toko desa, unit pertanian dan produksi paving.

"Melalui BUMD tersebut diharapkan mampu mengedukasi masyarakat dengan literasi keuangan. Sehingga pemuda dan masyarakat memiliki masa depan dengan mendapatkan penghasilan yang layak melalui potensi desa," imbuhnya.

Sementara, Plt Bupati Malang Sanusi mengungkapkan perpaduan pariwisata dan sanitasi membuktikan sinergitas dari pemerintah dan masyarakat. Dengan tata kelola Cafe Sawah yang tertata rapi, sanitasi menjadi lebih indah untuk kepentingan wisata.

"Hal ini juga bisa menjadikan wisata edukasi bagi wisatawan. Mereka mampu menghidupkan sayuran di sini, dan tidak ada bau sama sekali. Sehingga mampu memicu wisatawan untuk berdatangan ke Kabupaten Malang," pungkas dia.