(urutan ke-2 dari kiri, batik biru) Mendikbud RI, Prof Dr Muhajir Effendy MAP. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
(urutan ke-2 dari kiri, batik biru) Mendikbud RI, Prof Dr Muhajir Effendy MAP. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi yang sebelumnya sempat menuai banyak kritik nyatanya kini sudah memperlihatkan hasil baik.

Sedikit demi sedikit pendidikan di Indonesia kembali melaju di jalur yang benar ke arah pemerataan pendidikan.

Kini, setiap sekolah memiliki peserta didik yang memiliki beragam kemampuan akademik.

Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Prof Dr Muhajir Effendy MAP menyampaikan bahwa zonasi baik-baik saja.

"Zonasi baik-baik saja. Everything is okay," ucapnya saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) usai acara Konvensi Nasional Ilmu-ilmu Sosial, Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS), yang digelar 7-8 Agustus 2019.

Tentu saja, terdapat sebagian masyarakat yang tidak puas akan kebijakan ini. Akan tetapi, hal ini dinilai Muhadjir sebagai persoalan biasa yang harus dimaklumi.

"Kalau soal ada yang tidak suka, tidak puas, ya biasalah. Tidak mungkin kita menghibur seluruh rakyat Indonesia yang jumlah orang tuanya 51 juta," ungkapnya.

Dikatakan Muhadjir pasti ada yang mengeluh dan merasa tidak diuntungkan dengan kebijakan ini. Namun, ia memohon kesadaran masyarakat sebab kebijakan ini demi masa depan bangsa Indonesia.

"Demi untuk bangsa kita. Demi untuk masa depan pendidikan yang lebih baik. Terutama untuk pemerataan yang berkualitas," imbuhnya.

Jadi, lanjutnya, apabila ada yang merasa kecewa karena tidak diuntungkan dengan kebijakan ini ya tentu saja harus dimaklumi.

Indikator bahwa zonasi baik-baik saja, dijelaskan Muhadjir, saat ini tidak ada satupun sekolah yang inputnya homogen.

"Sekarang merata. Setiap sekolah pasti ada yang sangat bagus akademiknya tapi ada yang sangat rendah. Dan itulah sekolah. Itulah namanya sistem klasikal," tandasnya.