Sosialisasi pembentukan Laskar Perencana dalam Rapat Persiapan Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan di ruang sidang Balai Kota Malang. (Foto: Barenlitbang Kota Malang for MalangTIMES)
Sosialisasi pembentukan Laskar Perencana dalam Rapat Persiapan Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan di ruang sidang Balai Kota Malang. (Foto: Barenlitbang Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satu lagi terobosan yang dimunculkan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang. Yakni membentuk tim khusus yang bernama Laskar Perencana. Tim tersebut akan bertugas menjadi pendamping pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2020 mendatang.

Seperti diketahui, Musrenbang menjadi salah satu kunci dari proses penyusunan program-program pemerintahan yang akan dilaksanakan. Masyarakat bisa mengusulkan langsung kebutuhan di lapangan, mulai dari kebutuhan tingkat RT/RW hingga kelurahan melalui Musrenbang.

Baca Juga : Sederet Megaproyek Pemkot Malang Ditunda, Termasuk Pembangunan Mini Block Office

Kepala Subbidang Perencanaan Barenlitbang Kota Malang Yogi Handoyo mengungkapkan, pada tahun anggaran 2019 ini pihaknya akan membuka rekrutmen untuk menjadi fasilitator Musrenbang kelurahan dan kecamatan. "Tim yang kami sebut Laskar Perencana ini akan menjadi pendamping dalam proses pelaksanaan Musrenbang di wilayah yang menjadi tanggung jawab masing-masing anggota," terangnya.

Kota Malang sendiri saat ini secara administratif memiliki 5 kecamatan dengan 57 kelurahan. Yogi menyebut, keberadaan pendamping akan menjadi penting agar usulan yang disampaikan masyarakat dapat diakomodasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. 

"Perekrutan tim fasilitator atau Laskar Perencana merupakan hasil evaluasi dari proses Musrenbang sebelumnya, yang dirasa perlu dilakukan penyempurnaan agar Musrenbang dapat berjalan lebih baik lagi," ujar Yogi. 

Rencana pembentukan Laskar Perencana tersebut mulai disosialisasikan hari ini (8/8/2019) di sela kegiatan Rapat Persiapan Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan di ruang sidang Balai Kota Malang. Rapat tersebut digelar menyambut rencana pelaksanaan Musrenbang yang akan segera dimulai.

"Laskar Perencana nanti mengambil peran dalam Musrenbang yang rencananya akan dimulai pada bulan Januari 2020, untuk menampung aspirasi masyarakat Kota Malang dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan di Kota Malang tahun 2021," terangnya. 

Untuk itu, Barenlitbang menggelar forum persiapan pelaksanaan dengan mengundang perwakilan dari seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Malang. 

Tim fasilitator, lanjut Yogi, didorong agar lebih berperan aktif dalam forum Musrenbang dimulai dari proses pra musrenbang hingga ke tahap kesepakatan. "Hal ini tentunya untuk meminimalkan terjadinya usulan-usulan yang tidak dapat diakomodasi oleh Pemerintah Kota Malang karena berbenturan dengan aturan-aturan yang ada atau kurang selaras dengan perencanaan Kota Malang ke depan," tegasnya. 

Untuk mengatasi hal ini, saran dan masukan para peserta forum dinilai penting. Terutama agar dapat menyempurnakan serta menginformasikan hasil forum kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing. 

Baca Juga : Anggaran Penanganan Covid-19 Kota Malang Ditambah Menjadi Rp 86 Miliar

"Salah satu catatan penting dalam forum ini, kami juga menghimpun informasi berupa kendala-kendala yang dihadapi oleh masing-masing wilayah dalam proses pelaksanaan Musrenbang," terangnya.

Yogi juga mengingatkan, bahwa porsi terbesar dari kelurahan seharusnya adalah hasil dari pelaksanaan Musrenbang. Pasalnya, banyak atau sedikit usulan masyarakat yang dapat diakomodasi merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam pembangunan. 

"Mengakomodasi sebanyak mungkin kebutuhan masyarakat menjadi salah satu konsen Pemerintah Kota Malang untuk menaikkan kualitas pembangunan dari sisi perencanaan," pungkasnya.