MALANGTIMES - Bukan oleh-oleh berupa makanan ringan atau baju, dan sebagainya. Ternyata sayur organiklah yang menjadi sasaran untuk dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang datang di Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Hal ini salah satu yang membuat para kepala daerah terkesan dengan hadirnya desa wisata di Pujon Kidul itu saat Advocacy Horizontal Learning (AHL) sebagai agenda tahunan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Kamis (8/8/2019). 

Saat berkeliling melihat Cafe Sawah, para peserta AKKOPSI disuguhi dengan beragam sayuran organik tepat di tengah-tengah Cafe Sawah. Ada sayur sawi, tomat, kembang kol, dan sebagainya.

Mereka pun juga kaget karena untuk bisa menikmati petik sayur itu pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 3 ribu. Dengan harga tersebut dirasa sangat murah apalagi itu yang dipanen adalah sayur organik.

“Rp 3 ribu itu sangat murah untuk petik sayur organik,” kata Ketua AKKOPSI, Syarif Fasha. Usai berkeliling, di dekat pintu keluar itu mereka juga disuguhkan dengan stand sayur organik.

Ada sayur tomat, buncis, sawi, sawi putih, kentang, dan sebagainya yang cukup segar. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Malang Sanusi mengatakan, rata-rata wisatawan yang datang di Cafe Sawah ini tertarik dengan membawa buah tangan sayur.

“Kalau biasanya bawa oleh-oleh makanan ringan. Kalau wisatawan di area Jawa Timur bawa pulangnya sayur organik,” ucap Sanusi.

Ya mereka tertarik dengan sayur organik yang fresh untuk menjadi buah tangan. Tak tanggung-tanggung yang mereka beli pun dengan jumlah yang cukup banyak.

“Karena oleh-oleh itu juga untuk tetangganya, mereka titip begitu,” imbuhnya. Ya semoga ke depan wisata di Kabupaten Malang bisa mencontoh hal ini.