Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (Foto Dok MalangTIMES)
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (Foto Dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jadi tuan rumah Advocacy Horizontal Learning (AHL) Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Kabupaten Malang tonjolkan  kolaborasi sanitasi dam industri wisata. Kolaborasi ciamik itu salah satunya ditunjukkan melalui keberhasilan pengelolaan wisata dan sanitasi yang dikembangkan di Cafe Sawah, Pujon Kidul.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, wisata dan sanitasi menjadi satu kesatuan yang harus diperhatikan dalam proses pembangunan. Sinergi ke duanya dinilai amat penting untuk menciptakan iklim perekonomian yang stabil dan baik. Disamping penting pula untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

"Wisata itu banyak menyebar dari mulut ke mulut. Ketika ada informasi sebuah daerah wisata toiletnya kotor, orang yang bersangkutan pasti malas untuk datang kembali," katanya pada wartawan di sela kegiatan AHL AKKOPSI, Kamis (8/8/2019) di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Menurutnya, sebuah wahana wisata yang baik dan sehat harus disertai dengan sistem sanitasi yang baik pula. Si Pujon Kidul sendiri, menurutnya sudah memiliki toilet atau MCK yang bersih dan memadai. Selain itu, estetika dan kebersihan sekitar juga terus diperhatikan. Diantaranya seperti penempatan tempat sampah, IPAL, hingga pengelolaan sampah yang disendirikan.

Bukan hanya itu, dia juga menyampaikan, pengembangan sanitasi yang baik dan sehat bukan hanya menjadi tanggungjawab dari DPKPCK saja. Melainkan juga harus disinergikan dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Diantaranya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Desa, hingga Bappeda.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Lebih jauh dia menyampaikan, dalam kegiatan AHL AKKOPSI ini, akan dilaksanakan deklarasi bagi seluruh peserta juga seluruh kecamatan di Kabupaten Malang dalam menata desa wisata yang harus dilengkapi dengan sanitasi yang baik dan sehat. Dengan harapan, seluruh destinasi wisata di seluruh daerah nantinya tetap mengedepankan sistem sanitasi yang baik dan sehat.

Wahyu juga menegaskan jika Pemerintah Kabupaten Malang sejak lama sudah serius menggarap sistem sanitasi. Salah satunya dalam proyeksi anggaran Kabupaten Malang untuk lingkungan yang lebih dari lima persen dari total APBD. Terlebih, lingkungan menjadi salah satu visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Malang untuk dituntaskan selain kemiskinan dan kesehatan.

"APBD kami rasa sudah ideal, hampir semua OPD ada yang konsentrasinya pada lingkungan. Di DPKPCK saja anggarannya sekitar Rp 10 Miliar," jelas Wahyu.