Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Puji Hariwati (kanan) bersama Kepala Dinas M. Hidayat. (dok MalangTIMES)

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Puji Hariwati (kanan) bersama Kepala Dinas M. Hidayat. (dok MalangTIMES)



MALANGTIMES - Perhelatan kemah pendidikan karakter yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk seluruh pelajar SMP se-Kabupaten Malang, dari Rabu (07/08/2019) sampai Jumat (09/08/2019) besok, ternyata menyisakan sedikit kekurangan yang membuat Dinas Pendidikan menyayangkannya.

Dengan tujuan besar acara, seperti yang disampaikan Plt Bupati Malang Sanusi, yaitu membentuk sumber daya manusia unggul sejak dini, berbagai kegiatan menjadi penting untuk diikuti oleh seluruh pihak yang diproyeksikan mewujudkan hal tersebut. "Kegagalan penanaman karakter yang baik di usia dini akan berefek panjang. Kepribadian tanpa karakter positif bisa melahirkan generasi yang bermasalah di masa depan," ucap Sanusi.

Pernyataan itu mencerminkan bahwa berbagai kegiatan penanaman karakter bagi pelajar yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menjadi penting untuk diikuti oleh para peserta. Sayangnya, partisipasi dalam acara itu "tercederai" dengan minimnya partisipasi dari peserta SMP swasta di Kabupaten Malang. Tingkat kehadiran yang mengikuti acara sangat jauh dibandingkan dengan jumlah SMP swasta yang ada.

"Kami menyayangkan hal itu. Dari jumlah SMP swasta sebanyak 220 sekolah, hanya 10 yang mengirimkan perwakilannya di acara ini," kata Puji Hariwati, sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (08/08/2019).

Kondisi tersebut tentunya menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan yang sedang fokus meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di berbagai lembaga sekolahan. Konsep sekolah favorit yang telah dihapus oleh pemerintah pusat serta tujuan pemerataan kualitas pendidikan tentunya membutuhkan seluruh partisipasi dan keterlibatan pemangku kepentingan di dalamnya.

Puji menegaskan bahwa tidak ada anak yang tidak mau maju atau berkembang saat mereka berada di lingkup sekolahan. "Yang ada adalah anak diberi ruang dan kesempatan untuk itu atau tidak oleh pihak sekolah," ucapnya.

Dia  juga menambahkan,  dalam setiap kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, bukan persoalan menang atau kalah yang menjadi substansinya. "Tapi lebih pada bagaimana siswa diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya. Walau tidak menjadi juara, karena substansinya adalah bagaimana pelajar mendapatkan pengalaman dalam setiap kegiatan itu sendiri," ungkapnya.

Prestasi, bagi Puji, bukan sekadar menjadi juara dalam konteks perlombaan akademis, misalnya. Tapi, prestasi adalah berbagai hal dari kemampuan yang dimiliki para pelajar yang ditunjukkan dan memiliki efek besar untuk membentuk masa depannya nanti 

"Jadi, kalau hanya pintar dalam konteks perlombaan, itu tidak rumit. Karena hanya menilai kepintaran suatu mata pelajaran saja. Beda dengan menilai siswa berprestasi, yang harus melihat kepintaran, keterampilan kepribadian pelajar. Jadi, itu kompleks dan ini yang sedang kami kuatkan," imbuhnya.

Hal lainnya, dengan mengikuti berbagai kegiatan, para pelajar pun bisa belajar bersosialisasi dengan pelajar lain dalam membangun pemahaman dalam perbedaan serta menguatkan rasa persaudaraan sebagai bagian dalam pembentukan karakter positif di usia dini.

Dengan berbagai sisi positif dalam pembangunan karakter bagi pelajar itulah, partisipasi yang rendah dari SMP Swasta membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyayangkan hal itu terjadi. Eksesnya adalah tujuan besar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menuju pendidikan berkualitas dan merata di seluruh sekolahan, bisa juga terhambat.

Selain itu, prestasi sekolahan  terus diraih oleh SMP Negeri dalam berbagai kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Seperti dalam lomba cerdas cermat maupun lomba siswa berprestasi yang diumumkan di acara perkemahan pendidikan karakter di Coban Rondo.

 

End of content

No more pages to load