Melalui Klinik Penulisan, Kualitas Dosen UIN Malang Semakin Mantap

MALANGTIMES - Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu dilaksanakan dengan baik dalam rangka menunjang kualitas pendidikan tinggi. Terutama menyangkut aspek penelitian. Khususnya penelitian dosen, baik itu bersifat penelitian hibah institusi dari universitas ataupun yang juga dianggarkan melalui jurusan.

Sebagai upaya peningkatan kualitas penelitian dosen, diperlukan pula pelatihan secara terus-menerus. Pelatihan untuk penelitian inilah yang juga menjadi prioritas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

Seperti  diketahui, salah satu tugas utama perguruan tinggi adalah mengembangkan dan memproduksi ilmu pengetahuan (to develop and to produce knowledge). Untuk berperan sebagai lembaga pengembang dan penemu ilmu pengetahuan, perguruan tinggi perlu mengembangkan program penelitian. 

Salah satu program yang dilakukan UIN Malang ialah Klinik Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Baru-baru ini Klinik Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat digelar di gedung rektorat UIN Malang selama dua hari, yakni pada 5-6 Agustus 2019.

Tak hanya di aula rektorat.  Klinik penulisan akan diadakan pula di Home Theatre, Fakultas Humaniora UIN Maliki.

Dalam agenda ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maliki mengundang beberapa narasumber utama. Dua di antaranya yakni Mokhammad Yahya MA PhD dan Prof Dr Hj Mufidah Ch MAg yang merupakan dosen di UIN Maliki.

Tak hanya itu.LP2M turut mengundang Prof Dr Irwan Abdullah yang merupakan guru besar antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta.

“Program kali ini tujuannya adalah meningkatkan kualitas proposal. Kami bagi-bagi sesuai dengan litadimas, yaitu penelitian dan pengabdian,” jelas Ketua LP2M Dr Hj Tutik Chamidah MAg dalam sambutannya.

Di samping itu, Chamidah juga menegaskan bahwa klinik penulisan tahun ini akan berorientasi pada visi keilmuan UIN Maliki Malang. Adapun visi keilmuan yang dimaksud adalah integrasi keilmuan Islam, sosial dan sains.

“Supaya kualitas proposalnya dan kualitas metode integrasinya itu pas dan lebih meningkat. Karena diawali dengan proposal yang baik, insya Allah semua proposal akan diterima. Saya menginginkan tidak ada dosen yang memiliki NIDN yang tidak menulis proposal,” tegas Chamidah.

Top