Plt Bupati Malang Sanusi memberikan wejangan kepada 1.000 peserta kemah pendidikan karakter di Coban Rondo, Pujon, (Humas Kab Malang)
Plt Bupati Malang Sanusi memberikan wejangan kepada 1.000 peserta kemah pendidikan karakter di Coban Rondo, Pujon, (Humas Kab Malang)

MALANGTIMES - Pendidikan karakter yang digelorakan pemerintah terus mendapat respons positif di tingkat daerah. 

Tak terkecuali di Kabupaten Malang yang memiliki lembaga pendidikan terbanyak di skala Jawa Timur (Jatim). 

Berbagai program kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Malang juga diupayakan dalam mewujudkan pendidikan karakter secara rutin pada seluruh pelajar di lembaga pendidikan di bawah naungannya. 

Seperti yang dilakukan hari ini (Rabu, 07 Agustus 2019) melalui perkemahan pendidikan karakter untuk SMP se-Kabupaten Malang.

Kegiatan yang diproyeksikan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Mendapat respons positif dari Plt Bupati Malang Sanusi, yang hadir di acara pembukaan kemah pendidikan karakter di Coban Rondo, Pujon.

Bahkan, Sanusi memberikan berbagai wejangan kepada sekitar 1.000 pelajar SMP yang mengikuti kemah pendidikan karakter itu. 

Yakni terkait pentingnya pendidikan karakter bagi masa depan para pelajar ke depannya.

Terkait pembentukan karakter, Sanusi memberikan perumpamaan seperti mengukir.

Dimana sifat ukiran adalah melekat kuat dibatas benda yang diukirnya. 

"Jadi membentuk karakter itu serupa mengukir. Saat ukiran telah dibuat, maka tidak mudah usang. Sama dengan kita, bila ukiran itu bagus sejak awal dan direncanakan matang, maka hasilnya akan bagus. Juga sebaliknya," ucap Sanusi, Rabu (07/08/2019) sore.

Karenanya, lanjut Sanusi, kegiatan serupa kemah pendidikan karakter yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, akan berhasil guna dan dirasakan manfaatnya bila para pelajar dan pengukirnya, sama-sama satu tujuan. Serta dilanjutkan dengan pembentukan karakter di luar sekolah, baik di dalam keluarga maupun di lingkungan tempat tinggal.

"Apabila dari awal dibentuk tidak baik, maka untuk menghilangkan ukiran itu sama dengan menghilangkan benda yang diukir itu. Karena ukiran melekat dan menyatu dengan bendanya. Ini sama dengan pembentukan karakter," ungkap Sanusi yang berpesan agar seluruh peserta mengikuti sebaik-baiknya acara tersebut.

Disinggung harapan atas pembentukan karakter di tubuh pelajar sejak dini, Sanusi juga menegaskan, bahwa untuk mencetak karakter generasi berkualitas memang perlu dilakukan pembinaan sejak usia dini. 

"Agar anak terbiasa berperilaku positif. Apalagi karakter positif merupakan aspek penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa," ujarnya.

Terkait tugas dalam membentuk karakter positif dan unggul di generasi muda Kabupaten Malang, Sanusi juga sepakat dengan yang disampaikan M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 

Dimana, tugas tersebut adalah tugas bagi generasi terdahulu. Baik itu pendidik, orang tua, masyarakat dan elemen lainnya.

Tanpa adanya sinergitas dalam pembentukan karakter generasi pelajar saat ini, maka mewujudkan harapan besar atas generasi emas di kemudian hari, akan menjadi impian besar saja.

"Proses pembentukan karakter di era modern saat ini sangat berbeda prosesnya dengan pembentukan karakter di masa dulu. Perkembangan teknologi dan zaman telah berubah serta memberikan tantangan yang lebih berat. Karena itu diperlukan sinergitas untuk membentuk karakter anak-anak kita ini. Dinas Pendidikan telah memulainya secara berkelanjutan," terangnya yang juga menyampaikan harapannya bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan akan menjadikan karakter anak-anak di Kabupaten Malang  semakin baik.

"Sehingga akan membentuk karakter bangsa yang kuat, dan negara yang maju," imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sanusi juga menyerahkan penghargaan juara siswa berprestasi SMP Kabupaten Malang. 

Yakni, juara 1 yang diraih Anisa Andriawati dari SMP Negeri 2 Wagir. Juara 2, Revalza Mayro dari SMP Negeri 2 Sumberpucung. Juara 3, Dimas Raditya dari SMP Jendral Sudirman Kalipare. 

Selain itu juga diserahkan juara lomba cerdas cermat SMP Kabupaten Malang. 

Dengan juara 1 diraiholeh tim dari  SMPN 4 Kepanjen, untuk juara 2 dan 3, direbut SMPN 1 Gondanglegi dan SMPN 2 Pagak.