Suasana Gala Dinner Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (7/8/2019) malam (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Suasana Gala Dinner Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (7/8/2019) malam (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wali Kota Jambi, Syarif Fasha memuji keberhasilan pengelolaan perekonomian Pujon Kidul, Kabupaten Malang. 

Kesan itu ia sampaikan saat hadir dalam Gala Dinner Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (7/8/2019) malam.

"Saya sudah mendengar kiprah Pujon Kidul dari berbagai daerah. Tapi baru besok akan ada kesempatan untuk datang langsung ke lokasi," katanya di hadapan para Bupati dan Wali Kota yang hadir dalam Gala Dinner.

Dia menyampaikan, melalui kegiatan ini pihaknya akan belajar banyak terkait upaya yang dilakukan dalam mengembangkan sebuah daerah. 

Dengan harapan, Jambi dapat meniru kesuksesan yang diperoleh. 

Karena kiprah perekonomian Pujon Kidul begitu dikenal luas dalam membangun dari tingkat paling bawah.

"Maka ini menjadi kesempatan untuk kami belajar di sana," imbuhnya.

Sementara itu, Plt Bupati Malang, Sanusi menyampaikan, sanitasi menjadi salah satu isu strategis yang kini menjadi konsentrasi utama Pemerintah Kabupaten Malang. 

Dia juga berharap, sistem sanitasi di Kabupaten Malang nantinya akan menjadi lebih baik lagi usai digelarnya pertemuan dan urun rembug dalam forum Akkopsi tersebut.

"Dan perekonomian juga diharapkan bisa semakin sinergi dan berkembang lebih pesat," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, kegiatan yang dikemas dalam kegiatan Advocacy Horizontal Learning (AHL) itu akan digelar di Pendopo Kabupaten Malang dan Amphitheater Cafe Sawah Pujon Kidul.

Sebagai informasi, Akkopsi sendiri merupakan ruang pertemuan besar para kepala daerah se-Indonesia dalam merumuskan berbagai kebijakan terkait persoalan sanitasi. 

Karena persoalan sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah hampir seluruh daerah di Indonesia.

Dari data kondisi sanitasi di negara-negara ASEAN tahun 2017 serta data ASEANstats tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 10 dengan persentase 67,9 persen dalam pemenuhan MDGs yang kini menjadi SDGs (sustainable development goals).

Peringkat Indonesia tersebut jauh dari negara Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam serta negara ASEAN lainnya. 

Terpaut sekitar 6 persen pencapaian Indonesia dengan Filipina yang bertengger di posisi 9 dengan nilai penuntasan sanitasi mencapai 74,4 persen.

Kondisi itu pula yang membuat pemerintah terus menggalakkan peran aktif daerah. 

Sehingga lahirlah Akkopsi yang memiliki jadwal rutin pertemuan AHL. 

Terkait progres di Kabupaten Malang, Wahyu menyatakan, dengan sisa 17 persen pembangunan sanitasi yang belum selesai pada tahun 2019 ini, pihaknya optimistis bisa menuntaskan target pemerintah. 

"Kami optimistis bisa mencapai target penuntasan 100 persen sanitasi. Komitmen Pemkab Malang melalui dampingan anggaran serta sinergitas seluruh OPD terkait dan masyarakat sudah baik selama ini," ucap mantan kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini.

Optimisme dan progres sanitasi di Kabupaten Malang pun kerap mendapat apresiasi dari pemerintah. 

Hal ini mengerucut pada ditunjuknya Pemkab Malang sebagai tuan rumah AHL Akkopsi 2019 di Pujon Kidul. 

Bukan hanya keberhasilan dalam persoalan sanitasi saja yang membuat Pemkab Malang ditunjuk sebagai tuan rumah. Tapi, keberhasilan di sektor pariwisata yang berbasis lingkungan hidup di pedesaan pun menjadi nilai tambah.

"Karena itu, untuk acara ini kami usung tema sinergitas pariwisata dan sanitasi di Pujon Kidul yang merupakan contoh baik dalam pelaksanaan itu. Berbagai prestasi pun telah diraih oleh Pujon Kidul," ujar Wahyu.