Diseminasi Pengembangan Kelembagaan: Lembaga Pemeriksa Halal. (Foto: Humas)
Diseminasi Pengembangan Kelembagaan: Lembaga Pemeriksa Halal. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Kebesaran perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya dilihat dari jumlah dosen dan mahasiswanya, keindahan gedung dan tamannya, kelengkapan sarana dan prasarananya, jumlah wisudawan pada setiap semester, dan sejenisnya.

Perguruan tinggi Islam yang disebut ideal, sebenarnya secara garis besar, gambarannya telah dirumuskan dengan baik, yaitu perguruan tinggi yang mampu menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara benar. Perguruan tinggi dimaksud telah menjalankan penelitian secara benar, pendidikan dan pengajaran, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) juga telah mengimbau pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama untuk menggiatkan kegiatan penelitian.

Dalam hal ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) melakukan empat macam riset. Riset unggulan yang diutamakan adalah riset yang berkaitan dengan kehalalan produk.

Hal ini dinyatakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr M Zainuddin saat menghadiri Diseminasi Pengembangan Kelembagaan: Lembaga Pemeriksa Halal di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Lantai 3 beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, riset tentang kehalalan produk merupakan bagian dari riset interdisipliner juga integrasi. “Karena masih termasuk dalam keempat kebijakan penelitian di kampus, maka pasti akan diutamakan,” ucapnya.

Sementara riset unggulan UIN Malang yang lain di antaranya, pertama riset pengembangan ma’had. Keberadaan Pusat Ma’had al Jami’ah merupakan salah satu program utama kampus. "Maka segala hal yang berkaitan untuk mengembangkannya akan sangat didukung," tandasnya.

Kedua, lanjutnya, ialah riset pengembangan bahasa asing. Pasalnya, selain ma’had, program bilingual intensif di UIN Malang selama dua tahun pertama menjadi perhatian.

Ketiga ialah riset pengembangan hafalan al Quran. "Dan keempat yakni riset pengembangan integrasi keilmuan dan interdisipliner," pungkasnya.