Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)



MALANGTIMES - Penyakit Anemia rawan menyerang remaja putri dan ibu hamil di Indonesia. Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang juga menjadikan hal ini perhatian khusus. Dimana remaja putri menjadi target utama dalam pencegahan penyakit kekurangan darah tersebut.

Apalagi, angka keluhan Anemia di Kota Malang dinilai cukup tinggi. Dan jika tidak dicegah sejak dini, bisa menyebabkan berbagai macam hal krusial pada ibu hamil. Seperti kelahiran berat badan bayi rendah, bayi prematur, pendarahan, dan lain sebagainya.

"Nah, jika persiapan itu mengintervensinta sejak masa ibu hamil itu sangat terlambat. Maka salah satu pencegahan itu harus dimulai sejak dari remaja," ujar Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Malang, Meifta Eti Winindar, SST, MM.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan oleh remaja putri dalam mencegah penyakit anemia? 

1. Pastikan untuk Mengkonsumsi Suplemen Zat Besi

Suplemen zat besi atau tablet tambah darah erat kaitannya dengan remaja putri terlebih saat dalam fase menstruasi. Dimana frekuensinya satu kali saja dalam seminggu.

"Yang paling bagus, zat besi ini jika berinteraksi dengan vitamin C. Dengan begitu penyerapannya akan lebih optimal, dan mencegah imunitas tubuh yang rendah," jelas Meifta.

2. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Pemilihan makanan untuk penerapan gaya hidup sehat seringkali diabaikan oleh para remaja. Apalagi dengan banyaknya makanan junk food atau fast food, dimana banyak didominasi makanan yang tinggi lemak dan irit karbohidrat.

Karenanya, penerapan gaya hidup sehat tersebut dengan beralih memenuhi asupan gizi hariannya. Seperti makanan tinggi zat besi, yakni hati ayam atau sapi, telur dan kacang kedelai, daging merah, sayuran hijau, dan buah-buahan.

"Esensinya kenapa harus banyak buah dan sayur itu karena penyerapan zat besi tadi. Didukung dengan Vitamin C sebagai bagian dari konsumsi makanan hariannya," imbuhnya.

3. Batasi Minuman dengan Kandungan Kafein Tinggi

Kebiasaan remaja erat kaitannya dengan minuman kemasan yang manis terlebih kopi dan teh. Apalagi di Kota Malang banyak bermunculan cafe - cafe yang menyuguhkan kemasan minuman modern. Padahal, kebiasaan tersebut menjadi salah satu resiko meningkatkan anemia pada remaja, terlebih jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makanan yang tinggi zat besi.

"Ini salah satu yang harus dipahami remaja, makanan penghambat zat besi. Kafein bagus sebenarnya untuk relaksasi, tapi jika itu diminum bersamaan dengan mengkonsumsi makanan zat besi akan tidak efektif dan menghambat zat besi itu sendiri," tandasnya.

End of content

No more pages to load