Mahasantri UIN Malang. (Foto: Humas)
Mahasantri UIN Malang. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Suasana di area Ma’had Sunan Ampel Al-‘Aly Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) tampak berbeda. Area ma'had tersebut dipenuhi dengan wajah-wajah baru.

Hari ini, Rabu (7/8/2019) merupakan hari ketiga validasi ma’had. Ratusan mahasantri baru dari berbagai wilayah di Indonesia datang untuk check-in ke kamar masing-masing.

Satu dari ratusan mahasantri tersebut adalah Syafril yang berasal dari Lombok. Ia merupakan mahasantri mabna Al-Ghazali. Syafril sudah menetap semalam di ma’had,

Syafril mengungkapkan kesan pertamanya terhadap ma’had yang ternyata berbeda dari ekspektasinya.

“Pas masuk, (saya) senang. Fasilitasnya sesuai dengan ekspektasi, bahkan lebih!” ungkap Syafril.

Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini mengatakan bahwa fasilitas yang diberikan ma’had ternyata lebih memuaskan dari apa yang ia kira sebelumnya.

Selain Syafril, mahasantri asal Lombok lainnya, Padhila, juga mengaku suasana ma’had berbeda dengan apa yang ia pikirkan.

“Awalnya, di bayangan saya ma’had itu keras, ketat gitu. Ternyata enggak,” ujarnya.

Mahasantri yang bermukim di mabna Ibnu Khaldun ini sudah datang sejak hari pertama validasi. Ia juga mengungkapkan bahwa proses validasi ma’had sangat mudah dan efisien.

Di samping itu, menurut Syafril dan Padhila, suasana ma’had yang ramah dan tidak begitu mengikat harus dipertahankan seterusnya.

“Ya, boleh banyak peraturan, tapi tetap jangan terlalu ketat,” ucap mereka.

Perlu diketahui, ma'had UIN Malang memang merupakan pesantren yang modern. Selain ilmu agama, ilmu pengetahuan umum juga didapat oleh mahasantri. Selain itu, bakat serta minat mahasantri juga akan tetap tersalurkan.

Seperti yang kita tahu, UIN Malang dikenal sebagai pelopor dalam upaya untuk mengintegrasikan antara science, teknologi, seni, dan agama. 

Dan itu diwujudkan dalam bentuk mengintegrasikan dua lembaga, yakni lembaga pendidikan pesantren dan lembaga pendidikan tinggi.

Melalui dua lembaga ini, maka UIN menghasilkan orang-orang yang mempunyai kedalaman spiritual dan keagungan akhlak, selain itu juga menghasilkan keluasan ilmu dan kematangan profesional.

"Visi kita ini kedalaman spiritual dan keagungan akhlak. Bagaimana itu tercapai selama satu tahun di pesantren ini. Pesantren kita pesantren modern, bakat kemampuan anak-anak itu bisa tersalurkan," ujar Direktur Ma'had Sunan Ampel Al Aly UIN Malang, Dr H Akhmad Muzakki MA beberapa waktu yang lalu.

Tujuannya sendiri mencetak mahasiswa menjadi generasi Ulul Albab yang mempunyai kekokohan intelektual dan kemantapan aqidah.