Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat optimistis semua persiapan telah sesuai rencana dan siap gelar gala-dinner peserta Akkopsi di Pendapa Agung Kabupaten Malang. (Nana)
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat optimistis semua persiapan telah sesuai rencana dan siap gelar gala-dinner peserta Akkopsi di Pendapa Agung Kabupaten Malang. (Nana)

MALANGTIMES - Tinggal satu hari dari pelaksanaan pertemuan 90 kepala daerah se-Indonesia di Pujon Kidul, Pujon, Kabupaten Malang (Kamis 8 Agustus 2019), persiapan acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) terus dipastikan oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang sebagai tuan rumah.

Persiapan yang dilakukan oleh Pemkab Malang melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang sampai hari kemarin telah mencapai 95 persen. 

"Persiapan sudah 95 persen sampai kemarin malam. Hari ini dipastikan telah fix semuanya. Dikarenakan nanti sore sudah digelar gala-dinner seluruh peserta di pendapa Kabupaten Malang," kata Wahyu Hidayat, kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Rabu (07/08/2019) kepada MalangTIMES.

Acara gala-dinner peserta AHL Akkopsi (Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi) yang rencananya akan digelar di Pendapa Agung Kabupaten Malang Jalan KH Agus Salim, Kota Malang, dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Para tamu akan langsung disambut oleh Plt Bupati Malang Sanusi beserta jajarannya.

Acara tahunan Akkopsi merupakan ruang pertemuan besar para kepala daerah se-Indonesia dalam merumuskan berbagai kebijakan terkait persoalan sanitasi. Persoalan itu masih menjadi pekerjaan rumah terbilang besar bagi seluruh wilayah di Indonesia.

Dari data kondisi sanitasi di negara-negara ASEAN tahun 2017 serta data ASEANstats tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 10 dengan persentase 67,9 persen dalam pemenuhan MDGs yang kini menjadi SDGs (sustainable development goals).

Peringkat Indonesia tersebut jauh dari negara Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam serta negara ASEAN lainnya. Terpaut sekitar 6 persen pencapaian Indonesia dengan Filipina yang bertengger di posisi 9 dengan nilai penuntasan sanitasi mencapai 74,4 persen.

Kondisi ini pula yang membuat pemerintah terus menggalakkan peran aktif daerah. Sehingga lahirlah Akkopsi yang memiliki jadwal rutin pertemuan AHL.

Terkait progres di Kabupaten Malang, Wahyu menyatakan, dengan sisa 17 persen pembangunan sanitasi yang belum selesai pada tahun 2019 ini,  pihaknya optimistis bisa menuntaskan target pemerintah. 
"Kami optimistis bisa mencapai target penuntasan 100 persen sanitasi. Komitmen Pemkab Malang melalui dampingan anggaran serta sinergitas seluruh OPD terkait dan masyarakat sudah baik selama ini," ucap mantan kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini.

Optimisme dan progres sanitasi di Kabupaten Malang pun kerap mendapat apresiasi dari pemerintah. Hal ini mengerucut pada ditunjuknya Pemkab Malang sebagai tuan rumah AHL Akkopsi 2019 di Pujon Kidul. 

Bukan hanya keberhasilan dalam persoalan sanitasi saja yang membuat Pemkab Malang ditunjuk sebagai tuan rumah. Tapi, keberhasilan di sektor pariwisata yang berbasis lingkungan hidup di perdesaan pun menjadi nilai tambah.
"Karena itu, untuk acara ini kami usung tema sinergitas pariwisata dan sanitasi di Pujon Kidul yang merupakan contoh baik dalam pelaksanaan itu. Berbagai prestasi pun telah diraih oleh Pujon Kidul," ujar Wahyu.

Wahyu juga menegaskan ulang terkait persiapan gala-dinner dan rangkaian acara AHL Akkopsi, besok hari, telah sesuai dengan yang direncanakan. "Insya Allah semua sudah dipersiapkan matang sesuai rencana. Begitu pula untuk acara gala-dinner peserta nanti sore di Pendapa Agung Kabupaten Malang," pungkasnya.